Tuesday, 30 October 2012

cowok dulu, cewek kemudian


Warung di sudut salah satu jalan daerah kerto selalu ramai dikunjungi pengunjung. Kebanyakan mahasiswa; kalo gak UIN,  ya anak UB. Pagi itu saya turut mengantri di sebelah dua teman saya. Karena agak lama, sesekali saya duduk sembari menunggu giliran teman saya tiba.

Tiba giliran saya. Saya menyebut beberapa menu yg saya pesan. Di sebelah saya ada sepasang kekasih. Si cewek juga ikut memesan. Sementara si ibu mulai mengisi piring dengan seporsi nasi penuh.

"Mas-nya mau pesan apa?" tanya ibu penjaga warung.

"'Saya dulu, bu." sela si cewek tadi. Saya sudah mulai merengut.

"Yang cowok dulu yah, mbak. Perempuan kan suwargo nunut, nereka katut."

Saya bersitatap dengan teman saya. Tak percaya!









Thursday, 25 October 2012

common law friend...


Sahabat, teman. Mungkin itulah yang terbaik buat kita. Yang sangat tepat untuk kita. Setidaknya menurutku; saat ini.

Seorang teman selalu menerima sahabatnya dalam semua kekurangan dan kelebihan. Selalu ada saat sedih, susah, senang, tawa, duka, dan lelah. Berbagi cerita. Saling memaafkan, tak pernah tahan berdiam-diaman meski sehari saja.

Dengan teman, sahabat tak perlu canggung. Jaim. Bebas jadi diri sendiri. Dan itu yang aku mau.

Kau. Aku. Kita tak perlu berubah jadi orang lain. Tidak harus berpura-pura jadi lebih baik. Sempurna.

Cukup begini saja. Seperti kita yang dulu. Seperti sebelumnya. Seorang teman yang sangat saling memahami. 

Aku menginginkanmu sejatinya. Tak sedikitpun kuragukan cinta yang meluap di matamu. Tapi apatah arti cinta jika ia membelenggu dan menuntut.

So, just be my common law boyfriend forever. And I'll be yours too :)


 
form here








Wednesday, 17 October 2012

nak-kanak sampang


Setelah tiba di Sampang, Madura,  saya tidak tahu apa yang bisa saya lakukan untuk membantu para penyintas di Gor Sampang. Bermodal sedikit nekat, Asrus, Arif, Fifink dan saya mendaftarkan diri jadi relawan. Saya tidak punya pengalaman jadi relawan sebelumnya. Saya tidak punya keahlian apa-apa. Saya hanya bisa bermain dengan anak-anak dan mejadi teman yang baik.

Rabu pagi, 5 September, awal pertama saya bertemu anak-anak. Kebetulan guru yang biasanya mengajar belum tiba. Bersama Nira, satu-satunya dokter yang ada, Mbak Anisa, Mbak Sundari, dan satu orang lagi aktivis gus durian (haduh, maafkan saya yg pelupa ini), kami lantas membuatkan susu dan membagikan biskuit untuk ke anak-anak.

Saya sebenarnya ingin bermain dengan para balita di PAUD, tapi sudah ada guru-nya. Jadinya saya pindah posisi ke tenda sebelah --sekolah darurat untuk anak SD.

Jangan dikira lantaran di sekolah saya lalu harus menjadi guru. Saya tetap memposisikan diri sebagai teman bermain (halah, emang aku gak bisa ngajar). Kami bermain apa saja, bermain role play guru-murid -saya yang jadi gurunya, hokey-pokey, sampai potong bebek angsa dan bernyanyi. Di lain hari kami belajar berbalas pantun. Kalau soal pantun, anak-anak jago sekali.


Biasanya setiap pagi ada perpustakaan keliling yang sengaja didatangkan hingga siang hari, jam sekolah selesai. Saya kadang membacakan buku certita untuk anak-anak. Oh, bukan membaca, mengarang sebenarnya. Soalnya anak-anak suaka nanya gini, "kuk gak ada di gamabar?"

Meski baru kenal beberapa hari, anak-anak ada yang lengket dan suka ngintil saya kemana-mana. Ada Nurul yang hobi pinjam hape saya buat foto Bu Dokter, dia bilang kalau sudah besar dia juga mau jadi dokter. Dia ini juga yang mau nemenin saya ngantri mandi. 

Jelis (tulisnya gampang, lafalinnya susah banget. Harus cocok sama cengkok Madura), dia ini yang paling sering ngintil saya, suka ngajak ngobrol, tapi saya sama sekali tidak paham bahasa Madura, parahnya dia juga sama sekali tidak menguasai bahasa apa pun selain bahasa Madura. Saya harus sering-sering tanya temannya "dia bilang apa?". Bahasa isyarat jadi sarana tepat untuk kami berdua. Tadi, pagi-pagi sekali dia menghampiri saya, ia menyodorkan tangannya yng penuh karet gelang sisa bungkus nasi di tangannya. Ia menggumamkan sesuatu, tapi saya tidak paham. Tapi dari karet gelang di tangannya saya maklum :: ini karetnya sudah tambah banyak, sudah bisa dirangkai buat lompat tali. malam sebelumnya saya emang iseng ngambil karetnya lalu saya jalin, tapi terlalu pendek kalau mau dipakai main lompat tali. Pagi ini, dia bahagia sekali mengajak saya bermain lompat tali.

Teman kecil saya yang lain ada si Rohil, borok di lehernya membuka mata saya; bukan dia satu-satunya penyintas di Gor Sampang ini yang kena tomcat. Kondisi penyintasan belum kondusif benar, semua orang tumplek-blek jadi satu. Baru ketika relawan YEU datang, penyintas dibuatkan shelter yang lebih rapi. Semua penyntas didata ulang, setiap rumah tangga dibuatkan shelter sesuai kebutuhan dan jumlah anggota keluarga.     



Saya juga bertemu si kembar Sughro dan Kubro yang selalu ketakutan tiap kali didekatin orang baru. Setiap kali saya mendekati dua bocah berumur dua tahun ini, mereka akan menghindar, mencari-cari kakaknya. Di kemudian hari, ketika punya kesempatan ngobrol dengan kakaknya, Siti Romlah, saya baru tahu kenapa si kembar ini trauma dengan orang baru. 

Masih ada beberapa teman kecil saya seperti Hikmah, Ayu, Isrofil, Hawa' dan beberapa lain yang belum saya hafal betul nama dan rautnya. Sayang, saya tidak bisa berada lebih lama di sana seperti yang sudah saya rencanakan bersama my partners in crimes. Saya harus segera pulang ke Tual karena suatu alasan, padahal belum genap seminggu saya di Sampang. Hingga saat ini selalu ada keinginan untuk kembali menemui teman-teman kecil saya. Dan saya juga berdoa, agar kelak mereka bisa kembali ke kampung halaman mereka; tanah leluhur mereka dimakamkan, dan tempat mereka dilahirkan (Pram).

Thursday, 11 October 2012

isyaratkah...



gambar dari sini


Kau duduk menyamping di teras depan
Bercelana training biru dan
Singlet putih nan lusuh
Siang itu, aku akan kembali bepergian jauh

Pundak membungkuk
Kepala tertunduk
Tubuhmu terguncang, terguguk

Kau senandungkan nada
Firasat, selaku tak lagi akan sua

Mobil berderu
Melaju
Hatiku  turut berinaian
Tempias di kaca jadi kenangan



Monday, 8 October 2012

Merindu

gambar dari sini


Aku merindukanmu
Pada setiap tetes air
Yang menginginkan uar
Panas yang keluar dari bumi
; bau tanah saat hujan hendak turun

Aku merindukanmu
Pada setiap helai dedaunan
luruh di atas tanah
; yang di atasnya pohon tegak berdiri





Tuesday, 2 October 2012

#gambar idoep: Dear John....



Tidak mudah jadi orang baik. Jangan pernah berpikir jadi orang baik, jika kau tak sanggup hidup mendahulukan dan mengutamakan orang lain.
  


Savannah, tipekal gadis baik-baik. Tidak merokok, minum, atau kelayapan malam hari.  Alim bin hindun? Tidak juga. Ia layaknya remaja lain. Suka berkumpul sesama teman sebaya, melakukan hal-hal menyenangkan berrsama. Ke pantai bareng-bareng misalnya…

Tetap saja, dia gadis berhati mulia. Yang menghibahkan waktu liburan musim semi untuk membangun kembali rumah seorang warga yang roboh akibat diterpa badai. John Tyree, gebetan cakepnya, bahkan diajaknya serta.

John Tyree mungkinlah orang yang sangat dicintai Savannah. Yang selalu dikirimi surat cinta di manapun John Tyree dan pasukan perangnya berada. Yang mungkin ingin dinikahinya kelak. Yang dengannya, ia akan menghabiskan masa tua di tepi pantai sambil memandang senja. Tangan keriput John akan tanpa henti mengelus rambut Savannah yang sudah memutih. Mungkin.

Namun, sekali lagi,Savannah ini peri berbudi baik. Ia relakan hidupnya untuk Alan dan Tim. Alan anak tetangganya, mengidap autis sejak kecil. Ia mengenal baik Alan sejak baru lahir. Alan tidak dekat dengan orang lain selain Savannah, Tim dan orang-orang yang menurut Alan baik.

Dan Tim, dia ayah Alan. Di saat Alan beranjak besar, Tim menderita kanker. Tim jatuh cinta pada Savannah. Dia sadar, cinta Savannah hanya untuk John, namun ia tetap melamar Savannah. Setidaknya saat Tim sudah tidak ada, ia bisa pergi dengan tenang lantaran Alan berada di bawah pengasuhan orang yang tepat. Dan Savannah, dia memang putri paling baik. Ia menerimanya dengan lapang.

Savannah dan John percaya, suatu ketika mereka akan bertemu kembali. Semoga :)


__________________
beberapa hari terakhir ini saya punya banyak waktu luang, jadi bisa  buat nonton pilem :)



Saturday, 29 September 2012

kembali


Kembali…
Adalah ziarah panjang menapaktilasi ruang dan waktu kita bermula

Setiap yang berjiwa awalnya dari ada yang tak mewujud
Maka kembalinya pun pada ketakwujudan
Itu yang aku yakini, dan aku percaya jiwa-jiwa yang pergi masihlah ada

Seharusnya kepergian jiwamu adalah hal wajar
Yang sepatutnya kuantar penuh keihlasan
Akhirya sampai pula kau pada rumah tempatmu berasal

Namun
...
...
Kau bisa menebak apa yang terjadi padaku sekembalimu

Sebab kau pernah mengada di sini, ketakwujudanmu menyisakan kehilangan juga kerinduan

Malang, 25 september 2012



___________________

this is not my september

Wednesday, 26 September 2012

matahari

Taken from here



Aku ini tetumbuhan
Julur dan cuar hanya
Menuju satu arah
-Kehangatanmu-

Saturday, 22 September 2012

sebagai angin


Sebagai angin
Kadang riuh
Gemuruh serta
ribut macam topan badai

Lamun sesekali
Hanya semilir
Dan sepoi-sepoi
Berhembus pelan dan lembut

Sebagai angin;
Bergerak datang untuk kemudian berlalu
tak pernah bisa kupeluk.

Agustus 2012

Friday, 21 September 2012

Still Liebster...


Seperti janji saya sebelumnya untuk menyicil tugas The Liebster Award, di postingan ini saya akan menuntaskan dua tugas2 berikutnya. mulai dari membuata 11 pertanyaan, menentukan 11 orang berikutnya (ini susah sekali, harus milih sebelas orang dari kalian semua), dan terkahir menginformasikan kepada penerima award.

11 Pertanyaan dari saya:
  1. Sudahkah anda salat/ berdoa hari ini?
  2. Hal apa yang bisa membuatmu berbahagia?
  3. Apa yang paling kamu inginkan dalam hidupmu?
  4. Apa bacaan favorit kamu?
  5. Siapa tokoh, karakter, atau figur favoritmu?
  6. Apa yang pertama kali kamu lakukan ketika bangun tidur?
  7. Satu hal apa yang paling tidak kamu inginkan untuk diketahui orang lain?
  8. Seberapa sering kamu mandi?
  9. Hal apa yang bisa membuatmu bersedih?
  10. Tempat manakah yang sangat ingin kamu kunjungi?
  11. Bagaimana pendapat kamu tentang blog novi?
11 orang yang beruntung:

Sebenarnya saya ingin memberikan award ini kepada semua yang sudah setia berkunjung di sini, tapi award ini hanya boleh diberikan kepada 11 orang saja. Ini dia nama-nama yang saya pilih .

9  award buat teman-temanku yang sedang senang-senangnya nge-blog :)... semangat terus yah!!  
  1. Leeta Fauziah
  2. Esha Fatmawati
  3. Winda safitri
  4. Helmi
  5. Feni Wahyuni
  6. Inaz
  7. Dian Kurniati
  8. Icha Rumaf
  9. Cindi Ryanika
dan 2 award untuk teman blogger saya 
  1. Farrel Fortunas
  2. Annesya
jangan lupa mampir di sini untuk mengetahui peraturan dan mengambil awardnya :)

Congratz..

Thursday, 13 September 2012

maklum(at) & Award

Ya ampun.. setelah ditinggal beberapa minggu, lah kok, blog ini udash berdebu, untung belum lumutan...

Setelah dari Madura, saya langsung tancap gas pindah haluan ke rumah, Tual-Maluku. Saya sudah mempersiapkan modem, tapi sesampai di sini tidak berfungsi baik, sedikit impoten. Saya lupa, sinyal hape saja susah minta ampun, apalagi modem 6_6. Malam ini saya memutuskan untuk ke warnet. Really miss you all, guys :) 

Oya, saya dapat award, the liebster award, dari Rian. Trims yah.. maap baru bisa saya jemput sekarang. Ini award untuk saling mengenal dan mengakrabkan diri sesama blogger. Setiap penerima wajib menuliskan 11 hal tentang dirinya. Selain itu wajib menjawab 11 pertanyaan yang diberikan, membagikan award ini ke 11 orang lainnya (link orang yang ingin Anda bagikan ke dalam posting), lalu buat 11 pertanyaan baru uintuk teman-teman yang Anda anugrahi award ini. terakhir, jangan lupa sampaikan kepada teman-teman Anda bahwa mereka beruntung mendapat award ini. 



Hokeh... Untuk malam ini saya akan mencicil menuliskan 11 hal tentang saya dan menjawab pertanyaannya. Sisanya pe-er yah ^.^

11 Hal Tentang Novi
 1. Novi itu kalo lagi tidur gak bisa diganggu, susah dibangunkan. Biar ada maling masuk juga gak ngerti. Teman saya sampai-sampai harus masuk kamar lewat jendela gara-gara saya tidak bisa dibangunkan.
2.Waktu SD pernah bercita-cita jadi atlet bulu tangkis. Sekarang jadi suporter doank.
3. Saya suka sama anak-anak. Biasanya kalau saya sedang mudik ke rumah saudara-sauadara, sepupu-sepupu saya yang masih kecil, semuanya saya ajak tinggal di rumah saya. Saya bahagia, tapi mama saya kerepotan mengurus mereka, sedang bapa saya jadi hobi marah-marah.
4. Mahasiswa sastra Inggris yang tidak mengenal baik satu pun sastrawan Inggris.
5. Saya dua bersaudara, punya adik satu dan tidak punya kakak.
6. Suka ngaku ke orang-orang kalau saya tiga bersaudara atau lebih. Ucapan kan doa, siapa tahu mama saya masih bisa kasih adik lagi.
7. Princess Hours, judul drama korea favorit saya.
8. Pernah punya pikiran jadi pegawai perpustakaan di kota saya, Kan sepi tuh, jadi saya bisa seharian baca buku tanpa ada yang ganggu. xoxoxo
9. Kadang-kadang saya orangnya jorok. Pura-pura lupa kalau belum cuci tangan sebelum makan, ngupil sembarangan, tapi gak pernnah loh yah eong (maap) sembarangan...
10. Pencinta Aril dan Chairil. Saya rasa dua orang ini rada mirip-mirip gitu.... (perasaan saya ajah kali yah)
11. Saya suka dengar lagu, apalagi kalo yang nyanyi cowok dan suaranya seksi macam Aril, David Cook, AX7. 

11 Pertanyaan Rian :
1. Apa pengalaman unik saat SMP kelas 1?
SMP saya langsung dimasukkan ke asrama, SMP yang bener2 full day school gitu. Minggu pertama nangiiis mulu.
2.         Apa pengalaman unik saat SMP kelas 2?
Aha! Sampai smp kelas dua, badan saya gak besar-besar juga. Bapa saya masih kuat gendong saya dan adik saya sekaligus :)
3.         Apa pengalaman unik saat SMP keals 3?
akhirnya yah... setelah nunggu @ tahun, saya bisa juga jadi juara 1. Bangga banget ^,^
4.         Apa pengalaman unik saat SMA kelas 1?
SMA saya sekolah di Solo, dan ini pertama kali saya ke Solo. 
5.         Apa pengalaman unik saat SMA kelas 2?
Pengabdian masyarakat di Bayat, Klaten pasca gempa Jogja.
6.         Apa pengalaman unik saat SMA kelas 3?
Saat ujian UAS bukannya belajar, malah setiap malam nonton pertandingan Thomas & Uber Cup bareng teman-teman di kantor sekolah. 
7.         Lebih suka puisi atau kata-kata mutiara? Kanapa?
Apah yah? susah ini mah.. relatif yah. kadang suka puisi, kadang juga suka kata mutiara. tapi kalau bikin puisi, dikit-dikitsaya ngerti...
8.         Lebih suka kumpulan cerpen atau novel? Kenapa?
Hmm.. kalo dikasih novel atau kumcer, saya terima ajah. gak pernah nolak gratisan. Wkwkwkwk
9.         Lebih suka snack rasa apa: pedas manis, pizza, bbq atau original?
Original! Saya tidak suka rasa-rasa-an -yang dibuat-buat.
10.       Kalau mendapat hadiah buku yang genre atau jenisnya kurang disuka, akan tetap dibaca sampai habis, dibaca sekedarnya saja, atau disimpan saja?
Simpan dulu, kalau stok bacaan habis baru deh saya baca
11.       Apa yang paling kamu sukai dan yang paling tidak kamu sukai dari blog saya ini?
Jujur boleh kan... @? Yang paling saya suka isi blognya. Banyak pengetahuan mengenai sastra. Saya biasanya jadi silent reader, kadang turut komen. Nah, yang kurang sreg itu, template-nya doank sih... (soal selera ajah kuk).
*Sisanya buat pe-er dulu yah..  


Wednesday, 5 September 2012

dari mali(a)ng ke sampang


Banyak kejadian tak terduga dalam beberapa hari ini. Ada yang menyenangkan, ada yang tidak.

Teman sekamar saya, Si Winda, kehilangan teman-teman berharganya; mungkin lebih berharga dari pada saya. Ada satu notebook dan duah buah hape SE.

Posisinya Winda sedang ke kamar mandi, saya sedang tidur. Itu maling berani sekali, gak keder lihat rambut saya yang megar kayak singa.

Kemalingan saat tidur, kejadian paling buruk dalam satu minggu ini. Sampai-sampai saya jadi trauma. Bangun pagi sayang langsung ke ke kampos, gak lupa bawa laptop. Pulangnya kalau sudah malam, terus laptopnya disimpan di lemari. Parno banget. Padahal biasanya laptop dan hape, tergeletak di sembarang tempat.  

Berita baiknya, kampus baru menyelenggarakkan OPAK (ospek). Saya sedikit betah di kampus, mondar-mandir Student center tiap hari. Niatnya pengen ngecengin anak-anak baru; yang masih bening-bening *halah*.

Dan yang paling baik lagi, sekarang keturutan juga ke Sampang setelah ngidam setahun. Sekitar jam 9 malam bersama tiga makhluk cantik plus saya, makhluk paling ganteng, tiba di terminal Sampang. Dilanjut jalan kaki, mampir ngopi, jalan lagi sampai ke GOR tempat pengungsian warga syiah dan memakai co-card 'relawan'. Mungkin saya akan berada di sini sampai hari jumat besok, sabtu  atau ahad.

Semoga saya bisa terus menyampaikan kabar baik untuk kamu, pembaca budiman :)

Sunday, 2 September 2012

pada satu titik


Pernahkah kau berada di suatu masa, ketika kau merasa seperti…

Berdiri menantang puncak tinggi. Dipundakmu, peti-peti bersayap menggelayut. Membentuk sayap. Jika sayap-sayap peti mengepak serentak, kau bisa terbang lebih mudah meraih puncak.

Lain cerita jika satu sayap tak kepak, dua dan lebih. Atau bayangkan saja, peti-peti itu sebenarnya tidak bersayap. Membebani dan membenamkan tubuhmu perlahan. Sampai telusuk penuh ke tanah.

Seems like a wrong human in the right place
Sometimes, a right human in the wrong place. 

Malang, September 2012

Monday, 27 August 2012

Rekor CCU


Tiga kali mengambil mata kuliah yang sama, benar-benar rekor buat saya. Biasanya maksimal dua kali lah. Kali ke dua buat perbaikan nila-nilai C atau D.

Siang ini, 12.20 saya akan sedang kuliah Cross Culture Understanding (CCU) bersama Mr. Basri, mata kuliah yang pernah saya ambil waktu semester 5 dan saya ulang lagi di semester 7. Jadi ceritanya, (sabar ae yo, kak. Dengerin crita g penting.) saat semester lima, mood kuliah saya sedang tidak baik. Hari-hari saya lebih banyak diisi dengan mengikuti seminar-seminar, ikut sekolah filsafat, main ke gramedia, ke togamas, ke wilis atau jalan-jalan di matos. Escape from class.

Saya jadi sering bolos kuliah. Nilai CCU pertama sebenarnya sudah lumayan lah. Miss Pawellzick berbaik hati memberi saya nilai C. Artinya saya lulus pas-pasan. 

Tapi karena ingin nilai akhir saya A atau B semua *halah*, semester 7 saya niat sekali mengulang CCU. Kali ini diajar Miss Sarah. Kali ini, saya tidak malasmalas amat masuk kelas. Saya senang berada di kelas Miss Sarah dan berdiskusi dengannya. Skor UTS dan UAS saya termasuk tertinggi di kelas. Meskipun begitu, saya paling malas kalau disuruh mengumpulkan pekerjaan rumah. Hampir tidak pernah. Saya sadar itu, dan ketika lihat nilai E mampang di KHS, saya tidak terlalu kaget.

Tadinya saya tidak mau kuliah CCU lagi. Hemat saya, nanti nilai C itu saja yang saya ajukan untuk nilai akhir. Tapi peraturannya tidak semudah yang saya bayangkan. Kalau ada dua mata kuliah yang sama, nilai terakhir yang digunakan. Omigod. 

It's ok. Saya akan menjalaninya dengan sepenuh hati. Tidak ada bolos, tidak ada malas. Harus. Toh, dalam seminggu saya kuliah hanya satu mata kuliah ini, selebihnya mengerjakan skripsi.

God, betahkanlah, kuatkanlah, rajinkanlah saya di kelas Mr. Basri ini… Amen.

Thursday, 23 August 2012

Saturday, 18 August 2012

papua merdeka di mandala



Monumen Mandala, Makassar-Sulawesi Selatan.
Tahun 1995, Soeharto meresmikan monumen ini.
Dibangun untuk mengenang Operasi Pembebasan Irian Barat.


Monumen Mandala.
Di sini sejarah dibekukan untuk terus dicatat dan diingat.
 Soekarno mengangkat Mayor Jenderal Soeharto sebagai panglima Komando Mandala.
Membebankan tugas militer dalam rangka memenangkan hak atas ladang emas: Papua bagian barat.
: jangan lupa untuk menggaris bawahi ladang emas.
Papua harus jadi milik Indonesia, bukan Belanda.
Maka jadilah…



Puncak Monumen Mandala.
Gambar-gambar bersejarah banyak di pajang di puncak menara.
Terlalu banyak; saya tidak ingat satu-satu.
Yang pasti, foto Soeharto mendominasi.
Salinan supersemar, masih misterius keberadaan dan keabsahannya, juga ada.



Puncak Monumen Mandala.
Mungkin kau perlu sedikit berjinjit untuk melihat jauh ke timur.
Tanah Papua.
Menyaksikan tatapan sendu orang-orang miskin berkoteka; tak kuasa menahan emas-emas beralih dari bumi Papua ke Jakarta dan Amerika.
Berapa nyawa Papua yang harus ditebus selama jadi daerah operasi militer?
Berapa nyawa Papua yang harus ditebus untuk meminta hak atas hak mereka sendiri?
Berapa nyawa Papua yang harus ditebus untuk mengamankan korporasi kapitalisasi?
Berapa nyawa Papua yang harus ditebus agar tuan-puan penguasa di Jakarta tetap gemuk?
Berapa nyawa Papua yang harus ditebus agar freeport untung terus?
Berapa nyawa Papua yang harus ditebus guna menyumpal teriakan Papua Merdeka?
Berapa nyawa lagi?
Berapa lama lagi?



Di bawah Monumen Mandala.
Pergolakan melawan ingatan pun mulai.
Kau bilang ekspansi, bagiku penaklukan.
Kau bilang penggabungan, bagiku penjajahan.
Kau bilang mengembalikan Papua ke pangkuan ibu pertiwi, bagiku ibu? Ibu kandung atau ibu tiri?
Kau bilang membebaskan, bagiku membelenggu.
Kau bilang akhirnya Indonesia merdeka dari penjajah, bagiku akhirnya Indonesia belajar mejajah.



_______________________

origonally captured by: Kartini Zalukhu (trims Kak Tini, dokumentasi foto selama di Makassar lengkap banget :)) and edited by novi.

Wednesday, 15 August 2012

Mitos-mitos Ramadan



Subhanallah, betapa waktu ternyata berjalan sangat cepat. Sepertinya baru beberapa malam kemaren harap-harap cemas (H2C) menunggu sidang isbat; kapan awal Ramadan. Lah kuk sekarang sudah masuk sepuluh terakhir Ramadan. Mungkin sebentar lagi masyarakat indonesia akan dibuat H2C menunggu isbat awal syawal.

Malam ini pikiran saya mengembara melewati kira-kira sepuluh tahun Ramadan belakang. Sejak saya mulai bersekolah SMP. Saya merasakan masa-masa melawan mitos Ramadan. Menurut saya ada beberapa mitos seputar Ramadan, dan kadang diimani dan diamini. Jatuh-jatuhnya Ramadan malah dikapitalisasi, jadi semacam komoditas. Meskipun tak bisa dibohongi, Ramadan juga memberi berkah bagi sebagian orang dalam mencari nafkah.

Menahan lapar, menahan nafsu
Seingat saya, saya mulai belajar berpuasa saat masih duduk di bangku TK O kecil --sekarang TK A kali yah. Tidak puasa penuh. Cuma puasa bedug; kata mama kalau jarum jam sudah jatuh di angka 12 belas, saya baru boleh buka.

Usai mandi pagi, saya berdiri mematung di bawah jam yang menggantung di dinding. Menatap jarum-jarum berdetik. Ada tiga buah jarum; yang paling panjang, warna merah dan geraknya cepat sekali. Yang ukuran sedang dan lebih pendek berwarna hitam. Mata saya hanya tertuju pada yang berwaarna merah, sudah hampir menunjuk angka 12!! Jadi saya berteriak-teriak pada mama saya yang sedang di dapur. "Ma, udah mau jam 12," "Ma, jam 12 udah lewat!" dan "Ma, udah mau 12 lagi!" saya bertanya apa saya boleh makan? Dan mama saya hanya tertawa. Masa dalam sehari tiga kali jam 12? Bertahun-tahun kemudian, saya baru sadar; omigod! Itu kan jarum penunju detik.

Berpuasa saat masih TK dan SD, mungkin hanya sekadar ikut-ikut. Karena orang-orang semua berpuasa, atau karena disuruh guru agama di sekolah. Belajar menahan lapar. Namun, saya mulai belajar memaknai puasa lebih dari sekadar itu. Puasa bukan lagi sekadar menahan lapar, tapi belajar memaknai menahan lapar. Kalau kata BIMBO; lapar mengajarmu rendah hati selalu. Belajar menahan nafsu, berusaha melawan diri sendiri.  

Menu berbuka, atau sering disebut takjil. Iklan-iklan baik di televisi maupun media lain berlomba-lomba menarik konsumen lewat konten atau materi iklan yang mempersuasi masyarakat untuk menggunakan produk mereka saat berbuka. Belum lagi pasar-pasar dadakan menjelang buka.

Alhasil, waktu berbuka kadang jadi ajang balas dendam memenuhi hasrat perut juga hasrat konsumtif. Makanan apa ajah dibeli, disiapkan, padahal belum tentu kuat dihabisin dan malah dibuang. Mubadzir toh…
sibuk nyiapin kue berbuka dan lebaran 

 Baju baru, Alhamdulillah...
Selain makan, pakaian juga cobaan sendiri. Entah kenapa selama Ramadan, orang mendadak jadi sangat islami bin arabi. Ramadan memiliki tren fashion tersendiri; baju kokoh, kaftan, jubah, jilbab, atau pakaian lebih tertutup. Syahrini meluncurkan produk abaya renda. Kaftan-kaftan dan jubah laris diburu pembeli di pasar. Hijaber-hijaber lebih sering diundang untuk demo cara memakai jilbab ala hijaber di televisi.

Mal juga tak mau kalah, diskon spesial Ramadan digelar. Midnight sale spesial lebaran juga ada. Dan saya harus menahan diri sekuat mungkin buat baju baru. Untuk itu saya sangat berterima kasih kepada lagu, baju baru alhamdulillah, tak punya pun tak apa-apa. Masih ada baju yang lama. Lagu anak-anak ini sangat membekas hingga sekarang.

Ya,
Kenapa harus baju baru? Mumpung lagi murah.( Ah, korban iklan)
Kenapa harus baju baru? Ini kan buat ibadah, ketemu bos aja pake baju bagus, ketemu Tuhan, baju baru dong. (emang Tuhan bisa dilobi cuma dari baju baru?)
Kenapa harus baju baru? Buat dipakai  pas silaturahim dan halal bi halal. Masa pakai baju tahun kemaren. (mau pamer niyeh...)

Biasanya setiap lebaran ada bonus THR dari mama buat belanja baju lebaran, tapi uangnya lebih sering saya tabung atau membelikan barang lain yang sedang saya butuhkan dibanding beli baju. Lain cerita kalau, meski saya tidak minta, mama sudah membelikannya. Mungkin mama tahu saya pengen banget, tapi gengsi mau minta. Baju-baju pemberian mama biasanya tipe-tipe yang menurut saya terlalu cantik dan anggun untu saya. Saya malah tidak pede kalau dipakai selain lebaran. Mau dipakai kuliah, kuk cantik sekali kayak mau ke kondangan orang nikah. Mau dipakai ke acara kawinan, lah kuk saingan sama si pengantin ^.^. Ya sudah, bajunya disimpan lagi buat lebaran tahun depan dan depannya lagi.

Oya. Lebaran tahun kali ini bakal jadi rekor sendiri buat saya. You know what, mukena punya saya saat ini umurnya sudah hampir empat tahun :). Saya beli waktu masih semester satu. Dan satu-satunya yang saya punya. Selama ini saya benar-benar menahan diri untuk tidak membeli mukena baru selama yang satu ini masih bagus dan enak dipakai.

baju lama asal bersih dan rapi oke juga dipakai saat lebaran ^o^

Mudik; feels like home everywhere
Makanan, Baju dan mitos ketiga menurut saya mudik. Mudik, betapa hebatnya kata ini buat orang rantau macam saya. Sampai sekarang saya masih berpikir, lebaran lebih khidmat dan nikmat jika dirayakan bersama keluarga di rumah.

Kala-kala, jika sedang sendirian di kos, saya membayangkan sahur, buka puasa, dan lebaran bersama bapa, mama, dan adik di rumah sana. Tual-Maluku.

Namun semuanya buyar kalau sudah berkumpul dengan saudara dan teman saya yang di Malang atau di Banyumas. Kebahagiaan datang dan kerinduan kepada orangtua menguap begitu saja. Saya menyadari satu hal; saya akan mudik setiap lebaran, pulang ke rumah. Dan rumah itu adalah tempat di mana kamu merasa diterima dengan sukacita, dan kamu berbahagia didalamnya. Lebaran tahun 2010 saya merayakannya di Banyumas, 2011 di Tual, dan insyaallah 2012 di Malang. Aih, banyak juga yah rumah saya… 
home to you, mudik to you >-<

Teruslah berjuang...
Ramadan seperti sekolah, selama berpuasa banyak yang harus kita pelajari dan siapkan untuk sebelas bulan sesudahnya. Apa-apa yang kita tempa selama Ramadan, mestinya bisa terus dijaga dan dirawat agar semakin berkembang di bulan-bulan selanjutnya. Bulan syawal, iedul fitri, bukanlah hari kemenangan. Bukan hari bebas dari belenggu puasa. Justru inilah pintu menuju tahap selanjutnya; suatu pembuktian, jawara manakah yang bisa tetap istikomah.  



novi mengucapkan: selamat menjalankan ibadah puasa dan mohon maaf lahir dan batin :)




____________________
trims ukhti Dhiba Ainisa Umarghanies untuk gambar-gambarnya yang menawan

Tuesday, 14 August 2012

memaafkan diri sendiri


Marah menggumpal
Beranak-pinak di ruang hatiku

Tak cukup tempat untuk
Bahagia, gembira, dan
Sekadar tertawa

Kalau ada yang kuinginkan
Saat ini,
Tidak muluk
Cukup maaf
Memaafkan diri sendiri
Dan membiarkan bibir tersenyum

Merasakan maaf menentramkan
Saraf-saraf tubuhku

Malang, 10 Agustus 2012

Sunday, 12 August 2012

merawat anak-anak(mu)


Aku berterimakasih akan hadirmu
Di sisiku saat ini
Kauberi aku kekuatan, kemuliaan
Mengandung anak-anak(mu)
Dan menyaksikan mereka tumbuh kembang tiap hari
: berlarian, menangis, terjatuh, tawa, bercanda, melakukan hal-hal konyol 
dalam ruang-ruang kepalaku
Anak-anak ini manis dan lucu sepertimu
Meski kadang juga bandel
Aku selalu bahagia merawat mereka untukmu 


Friday, 10 August 2012

the only one


Whatever you said, she or he
For the one, you worship,
Allah, Yhwh, Jesus
Or any other names

They will always be god.
Unchangeable, irreplaceable


Malang, 4 Agustus 2012
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...