Showing posts with label PKPBA. Show all posts
Showing posts with label PKPBA. Show all posts

Wednesday, 7 November 2012

I'm Ok, Himmah :)


Suatu hari, setelah sekian lama, saya memutuskan untuk ke perpustakaan pusat kampus. Nyaris satu semester ini saya tidak pernah berkunjung ke perpus lagi. Di antara kami, saya dan perpus, seolah sudah tidak ada yang dapat dipertahankan (heh?). Tidak ada alasan bagi saya untuk mengunjunginya.

Ya, memang sudah mulai menyicil skrips(h)i(t), tapi tidak ngoyo, lagipula koleksi referensi milik perpus fakultas dan SAC lumayan lengkap. Saya juga lebih suka cari buku di Pasar Buku Wilis yang murah meriah, atau ke Togamas yang diskonnya gila-gilaan. 

Tapi hari itu saya memang harus ke perpus pusat. Saya perlu membaca banyak referensi. Tulisan untuk si ino harus segera diselesaikan.

Untuk bisa masuk perpus dan bebas meminjam buku, saya diwajibkan memperpanjang masa aktif KTM saya dan membayar Rp= 5.000 sebagai ganti biaya administrasi. KTM di kampus saya berlaku hanya sampai 8 semester perkuliahan, lebih dari itu harus memperpanjang.

Pencarian buku pun dimulai di lantai 3 perpustakaan. Berawal dengan mengitari satu demi satu rak-rak yang berjejer di sebelah utara. Karena buku yang saya cari bertema agama, saya yakin sekali pasti nyelip di antara rak sebelah sini. Mulai timur sampai barat, depan belakang, akirnya ketemu juga di rak kedua paling barat. Syiah-Sunni, ada diantara daftar yang tertera di rak.

Mata dan tangan saya mulai menyisir buku-buku. Dari atas kebawah, bawah ke atas lagi.  Nihil. Saya lantas berpaling ke rak sebelahnya, rak paling ujung. Mungkin petugasnya salah taruh.

Mulai lagi, dari kanan ke kiri. Atas-bawah, jungkir-balik. Perasaan sedikit putus asa bikin saya jadi lemas dan lapar. Setelah beberapa saat, akhirnya saya menemukan dua buku. Tuh, kan, apa saya bilang. Buku-buku Syiah-Sunni dipindah ke rak ini. Ada di pojok paling bawah. Buku-buku-nya tidak banyak. Dari lima buku yang saya butuhkan, hanya ada dua, sisanya mungkin lagi dipinjam.

Saya santai sejenak. Sudah tidak kuat rasanya berdiri, apalagi harus memiringkan kepala biar bisa baca judul buku di rak. Sembari selonjoran dan bersandar ke rak, saya membuka halaman-halaman buku. Membaca. Peduli amat dengan pengunjung lain. Lapar saya sudah naik sampai ke ubun-ubun.

Saya merasa perempuan di sebelahku menatap saya. Lama sekali. Sampai akhirnya saya balas menatapnya. "Navis?" sapa perempuan tadi keheranan, teman-teman di kampus memanggil saya Navis. Ia pindah posisi, ikutan duduk di depan saya. Saya cengengesan saja, sambil menatap wajahnya, saya coba ingat-ingat siapa namanya. Yang saya ingat pasti dia teman saya di PKPBA waktu semester satu-dua dulu. "Himmah…," akhirnya saya bisa nyebut nama dia.

Himmah yang di belakang itu, serius bgt blajar PKPBA


Ia mulai menyanyai saya. Kami sudah lama tidak bertemu. Dari tatapannya, saya merasa dikasihani. Mungkin tampang saya seperti orang depresi. "Kamu nyari buku buat apa? Masih ada kuliah? Atau buat Skripsi?" saya hanya menggeleng. Saya jelaskan kalau saya sedang tidak mencari buku untuk urusan kuliah. "Skripsi kamu belum selesai, yah? Teman-teman kita yang belum lulus siapa saja?" Ia terus menanyai saya. Menyinggung-nyinggung skripsi. Saya kasih tahu lagi, saya sudah proposal, dan skripsinya masih saya simpan dulu di loker, belum saya otak-atik lagi. Teman-teman kami jaman PKPBA dulu juga ada yang belum lulus, terutama anak sastra inggris, yang sejurusan dengan saya.

Teman saya ini belum juga berhenti menatap saya. Masih dengan tatapan aduh-vis-kamu-kok-kurus-kaya-orang-mikir-skripsi-yang-gak-selesaiselesai. Saya melengkungkan senyum lebar, dan berhenti menunjukkan raut orang kelaparan. Ekspresi wajahnya sedikit berubah.

Kami mulai bercerita yang asik-asik. Saya masih dengan posisi selonjoran, himmah di depan saya. Lorong antar dua rak ini jadi milik kami berdua. Himmah lulus semester 7, bulan mei lalu. Sekarang sedang melanjutkan S2 di pasca-sarjana di Batu. Sesekali terdengar, "Ayo, semangat. Selesaikan skripsimu, vis. " Ia terus-terusan menyemangati saya.

Beberapa saat kemudian saya memutuskan untuk keluar lebih dulu. Saya berlalu. Cacing dalam perut kegirangan. Tahu ajah kalo mau dikasih makan. Ketika hendak menuruni tangga, Himmah memanggil saya, tangannya mengacungkan buku yang tadi saya tinggalkan. Saya menggeleng, "Gak jadi. " sambil menunjukkan dua buku yang sudah saya pilih. Ia mengangguk, "Semangat ya!"

Saya tersenyum. Trims, sudah perhatian sama saya :)
Malang, 5 November 2012

Monday, 11 April 2011

PKPBA should be reduced

uapminovasi.doc

On June 2010, there was a demonstration against PKPBA (Program Khusus Perkuliahan Bahasa Arab). The students, most of them are second semester, came with some demands to be fulfilled (Q Post, June). One of which is reducing time schedule of PKPBA at night. Just for your information, sometimes lecture in UIN MALIKI Malang begin from 07.00 WIB and PKPBA begin from 14.00-16-00 WIB & 18.30-20.00 WIB. For regular schedule, the students might do not have specific time how long they study in a day. However, in PKPBA they have 5 hour a day, from Monday-Friday. What a full day! As a student who once studied PKPBA, I agree that the time schedule of PKPBA should be reduced.


Actually PKPBA is a good program, because studying foreign language in a classroom can be effective. This university facilitates the students with foreign languages course (Arabic and English) to help them to compete in global era. Unfortunately, the time is too much, and it bothers the other activities. For instance, students from Faculty of Science and Technology have less time to do their report. Moreover, students who participate in internal/external students' organization could not actualize their selves. There were 90.48% students agree that PKPBA at night should be abolished (Q Post, June), because of some reasons above. PKPBA only have six credit courses each semester, but in the realization of it there were more than 6 credits. Therefore, the demand of students to reduce the time schedule at night should be fulfilled or they will ask more to abolish all illegal credits.


It is a good chance to study foreign language, but if it is forced and it consumes the time, it will not be fun anymore. According to the experiences before, the director of PKPBA and all the staff should reduce time schedule of PKPBA at night and find a new method or formulation to maximize students' abilities and make them enjoy the study.

   
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...