Showing posts with label ingatan. Show all posts
Showing posts with label ingatan. Show all posts

Sunday, 27 January 2013

hujan


Ia akan selalu mengingatkan saya pada bapa yang mengasihi saya


Saya seperti umumnya anak-anak, setiap kali hujan turun, langsung berlari kegirangan keluar rumah. Hujan-hujanan di bawah pancuran langit.

Kalau pulang ke rumah, sudah pasti saya dimarahin. Bukan ibu saya yang marah-marah, tapi bapa saya.

Dulu, saya akan berpikir bapa saya tukang marah. Galak. Gak suka lihat anak-anaknya menikmati masa bermain. Gak suka lihat anaknya bahagia. Main sama anak-anak cowok, gak boleh. Main jauh-jauh dari rumah, gak boleh. Dan sekarang hujan-hujanan juga gak dibolehin.

Tapi itu dulu. Sekarang, sudah sebesar ini saya baru paham. Pikiran saya berubah. Saya tahu, bapa pasti khawatir kalau-kalau hujan bikin saya sakit.

Jika saya sakit urusannya panjang. Saya pasti tidak bisa masuk sekolah. Padahal, di dunia ini, hal yang paling bikin bapa saya bahagia adalah mengantarkan anak-anaknya ke sekolah.

Saya pasti juga tidak bisa bermain dengan teman-teman selama saya sakit. Itu bisa berhari-hari.

Ibu saya bakal libur kerja, atau minimal bolak-balik rumah kantor setiap ada kesempata buat nemenin saya di rumah. Sementara bapak saya di tempat kerjanya terus-terusan digelayuti perasaan masygul. Mungkin juga akan sedih karena tidak bisa menemani anaknya yang sedang sakit.

Januari ini, hujan lebih sering turun. Hampir tiap hari. Dan saya bahagia karena ia membawa kenangan saya bersama bapa serta.

Kalau hujan tidak turun, saya akan berdoa



Langit,
Curahkanlah hujanmu untuk merahmatinya
Utuslah mereka untuk menyampaikan cinta saya kepadanya, bapa


pict from visualizeus







Wednesday, 19 December 2012

tentang ingatan

from here



Ingatan saya cukup baik. Masih jelas menghadirkan potongan-potongan kisah yang berkesan bagi saya. Bahkan visualisasi bisa lebih jelas saat momen-momen tertentu.

Saya bersyukur untuk itu. Tapi tidak untuk beberapa kasus.

Saya bukan tipe orang terbuka. Juga bukan orang yang dengan mudah percaya dan mempercayakan hati pada orang lain. Mungkin ini warisan dari leluhur saya, libra. Penakar untuk menimbang-nimbang segala sesuatu, bahkan pada hal-hal yang mungkin tidak perlu ditimbang juga. Karena itu, ketika saya sudah memutuskan, saya berharap itu yang terbaik dan abadi. Saya tidak pernah menyiapkan diri mengahadapi kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi di awal, tengah atau akhir perjalanan.

Dan ketika kemungkinan itu menampakkan diri dalam kenyataan, saya limbung.

Kerapuhan menggrogoti saya perlahan-lahan. Tapi kamu tidak pernah tahu, kan?

Ia, ingatan saya, sama kurang ajarnya dengan rindu. Datang tanpa diminta. Mendudukkan saya di depan layar memutarkan film yang sama sekali tidak ingin saya tonton. Ia bisa saja melakukan itu sekarang, besok, atau sepuluh tahun lagi. Tak peduli saya di mana. Bergandeng dengan siapa, sedang mencium siapa. 





Sunday, 5 August 2012

mampukah waktu?


Sudah kuputuskan untuk melupakan semua tentangmu. Dan disinilah aku sekarang. Bermil-mil jauhnya dari tempat dulu kita pernah bersama. Huft… Apakah jarak mampu menghapus kenangan? Lantaran kau, perajam luka dan suka dalam hidupku, masih saja membayangi langkahku.

Jika bukan jarak, mampukah waktu melakukannya?

Malang, 4 Agustus 2012  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...