Tiga kali mengambil
mata kuliah yang sama, benar-benar rekor buat saya. Biasanya maksimal dua kali
lah. Kali ke dua buat perbaikan nila-nilai C atau D.
Siang ini, 12.20
saya akan sedang kuliah Cross Culture Understanding (CCU) bersama Mr. Basri,
mata kuliah yang pernah saya ambil waktu semester 5 dan saya ulang lagi di
semester 7. Jadi ceritanya, (sabar ae yo, kak. Dengerin crita g penting.) saat
semester lima, mood kuliah saya sedang tidak baik. Hari-hari saya lebih banyak
diisi dengan mengikuti seminar-seminar, ikut sekolah filsafat, main ke
gramedia, ke togamas, ke wilis atau jalan-jalan di matos. Escape from class.
Saya jadi sering
bolos kuliah. Nilai CCU pertama sebenarnya sudah lumayan lah. Miss Pawellzick
berbaik hati memberi saya nilai C. Artinya saya lulus pas-pasan.
Tapi karena ingin
nilai akhir saya A atau B semua *halah*, semester 7 saya niat sekali mengulang CCU.
Kali ini diajar Miss Sarah. Kali ini, saya tidak malasmalas amat masuk kelas.
Saya senang berada di kelas Miss Sarah dan berdiskusi dengannya. Skor UTS dan
UAS saya termasuk tertinggi di kelas. Meskipun begitu, saya paling malas kalau
disuruh mengumpulkan pekerjaan rumah. Hampir tidak pernah. Saya sadar itu, dan
ketika lihat nilai E mampang di KHS, saya tidak terlalu kaget.
Tadinya saya tidak
mau kuliah CCU lagi. Hemat saya, nanti nilai C itu saja yang saya ajukan untuk
nilai akhir. Tapi peraturannya tidak semudah yang saya bayangkan. Kalau ada dua
mata kuliah yang sama, nilai terakhir yang digunakan. Omigod.
It's ok. Saya akan
menjalaninya dengan sepenuh hati. Tidak ada bolos, tidak ada malas.
Harus. Toh, dalam seminggu saya kuliah hanya satu mata kuliah ini, selebihnya
mengerjakan skripsi.
God, betahkanlah, kuatkanlah, rajinkanlah saya di
kelas Mr. Basri ini… Amen.