Showing posts with label semacam puisi. Show all posts
Showing posts with label semacam puisi. Show all posts

Friday, 13 April 2018

pernah




pernah sekali kuragu padamu
ketika diri lugu
terombang-ambing
pusing

pernah merasa begitu asing 
padahal begitu dekat 
tak berpaling
erat

















_________________________
pict from here

Wednesday, 7 February 2018

asin(g)



"Kamu berbeda." Tuduhmu.

Hanya karena tak kau jumpai ombak di kepalaku.

Kemarilah, cecap bibirku yang garam. Agar kau ingat rupa laut tempatmu melabuh sauh.

Bagaimana rasanya?

"Asin(g)!"


Malang, 26 Januari 2018 
















Monday, 5 February 2018

Di tempat yang kau sebut wisata lumpur


Di tempat yang kau sebut wisata lumpur
Kehidupan hakiki pernah mengada

Di sini,
Manusia pernah beranak
Ternak pernah berkembang biak, dan
Tanaman pernah bertumbuh

Di tempat yang kau sebut lumpur wisata
Masa lalu hakiki pernah mengada

Lihatlah,
Di bawah pohon mana, dulu, Susi dan Joni kencan kali pertama
Di jalan mana Tanti dan Nita menuntun sepeda menjemput emak pulang dari sawah
Di halaman mana anak—anak riuh bermain gundu dan dadu

Lihatlah,
Tak lagi kukenali
Jalan setapak ke sawah Pak Turno
Tak lagi kukenali
Di warung mana para buruh mengaso
Tak lagi kukenali
Rumahku sendiri
Tempat ibu bapak memadu kasih
Tempat kami, anak-anaknya, dilahirkan
Tempat kami berbagi kehangatan lewat obrolan, gurauan dan pertengkaran-pertengkaran kecil

Di tempat yang kau sebut wisata lumpur
Kenangan hakiki pernah mengada

Namun kau lihat sendiri
Kenangan ini,
Kemana ia mencari jalan pulang
Kenangan ini,
Kenangan tak berumah

Di tempat yang kau sebut wisata lumpur
Kerakusan hakiki pernah mengada

Ingatlah ini,
Tangan-tangan kuasa menjamah
Dengan bor mereka memperkosa kami
Merebut kehidupan
Merenggut kenangan
Dikubur dalam genangan
L U M P U R    L A P I N D O

Di tempat yang kau sebut wisata lumpur





Malang, 23 Januari 2018 


















Pict by dekisugik

Saturday, 3 February 2018

Gerimis kasih


Gerimis 
Kasih bigamis
Air mata genang
Kisah kita tinggal kenang

Perempuan mana yang senang
Akad bukan layang-layang
Hati teriris
Miris

Ironis
Habis manis
Kulepas kau, bang
Larung di air pasang

Bebaskan aku jangan gamang
Bahagialah tanpa alang
Renjana kalis
Kikis 


Bau-bau, 20 Januari 2018 
















_______________
Patidusa lagi.
Pict by monika-es from devianart


Thursday, 1 February 2018

Zarah kita satu





Hai, anakku
Anak yang tak pernah susah payah kurejan
Zarah, nak, ia jua mempertemukan kita
Engkau dengan ceriamu dikirim Tuhan
Luapi gurun hatiku penuh kebahagiaan

Memang tiada meroyan demi kau
Untukmu, ketahuilah, doadoa kurapal
Zarah, nak, ia jua mempertemukan kita
Nasab memang berlainan, namun
Ibu ingin kau ingat; ibu selalu mengibukkan diri padamu 

Monday, 29 January 2018

desah resah




fajar temukanku telah terkulai
di atas seprai
yang masai
abai
tubuh
penuh peluh
juga erang keluh
dan hati yang rusuh
Kemana lenyap gebu gairah
yang memeluk desah
jadi kesah
resah
pergi
kekasih lari
tanpa kecup dahi
tinggallah risau koyak hati 



Tual, 17 Desember 2017 













__________________________
Patidusa pertama. Udah sesuai kaidah belum? 😬

Pict by @ionabondlopez PicsArt 


Wednesday, 10 January 2018

tak ada puisi hari ini




tak ada puisi hari ini
yang ada hanya kata
yang berima
tanpa seni

tak ada puisi hari ini
yang ada hanya hati
yang kosong 
melompong

tak ada puisi hari ini
yang ada hanya raga
tanpa jiwa
zombi

tak ada puisi hari ini
yang ada hanya penyair
yang tlah mati
tak bersyair


Tual, 9 Desember 2017














___________________
*menulis puisi setelah sekian lama. setelah bergabung dengan Rumah Puisi. 
rasanya seperti baru belajar. sudah lebih dulu di-posting di lebah kuning itu. iya, itu aku :)

Monday, 23 January 2017

kebaikan yang memuakkan


randomly taken from google 



seperti menemukan kembali 
mainan yang lama hilang 
kau memperlakukanku dengan 
sangat, sangat baik

bagai seorang ibu kecil terhadap bonekanya 
dimandikan, dipilihkan baju
didandani, dan blah... blah... blah... 

siapa pun, tak menolak diperlakukan baik
siapa pun, akan tetapi, menolak dibonekakan

kebaikanmu memuakkan
bagaimanapun, terima kasih. 



Thursday, 1 December 2016

caraku mengingatmu

randomly take from google


awan gelap itu, sayang, rintik yang ritmis dan uar tanah basah. 
semuanya membisikkan kerinduan. 

kerinduan pada satu nama yang tak kukenali
wajah yang samar-samar
dan sosok yang teramat jauh
 
 

Thursday, 24 December 2015

Sederhana

Bahagiaku sederhana
Sesederhana mengenalmu

Cintaku istimewa
Seistimewa dirimu


#gombaldiharilibur





Friday, 10 October 2014

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...