Saturday, 19 May 2018

Mengalienasi




Mengapa dengan yang asing kita bisa berbagi hal-hal paling sakral dan intim.


Sementara yang dekat begitu beku dan kaku. 


Haruskah kita saling mengalienasikan diri agar lebih intim? 


Aku alien bagimu

Kau alien bagiku


Tuesday, 24 April 2018

Ini adalah hari-hari di mana, gak pengen marah, jutek dan judes bin ketus, tapi semua terjadi begitu saja. Ketika orang mengatakan hal sepele dan kamu nganggap lebih, over sensitif. Ketika kamu tahu, itu tidak bisa begitu, tapi kamu tak kuasa menahannya.


Ish😔, I need to run away somewhere to keep my sanity.




 









Friday, 13 April 2018

pernah




pernah sekali kuragu padamu
ketika diri lugu
terombang-ambing
pusing

pernah merasa begitu asing 
padahal begitu dekat 
tak berpaling
erat

















_________________________
pict from here

hanya supporter





Darah berdesir melihatmu di lapangan. Degup berlipat tiap raketmu menyentuh kok. Berdebar-debar, poin demi poin.

Perasaan bahagia, harapan dan cemas berbaur dalam jejingkrak, tepuk tangan, doa dan  yel-yel:
In-do-ne-sia
Prok prok prok
In-do-ne-sia
Prok prok prok

Tepat setelah poin kemenangan, 21, aku berlari ke arah lapangan. Kau sigap menghampiri.

Menghampiri dia yang sedari tadi kau pandangi. Poin demi poin.

Aku lupa,
Pagi ini aku terbangun hanya sebagai seorang supporter.











Thursday, 15 March 2018

Berjodoh




Bahwa jodoh tidak melulu tentang lelaki atau perempuan yang dipersatukan dalam akad. Bertemu orang baik pun adalah jodoh. Bukan kebetulan.

Banyak orang baik yang tlah kutemui. Ibu dan anak ini salah satunya. Pertama kali bertemu dengan ibunya ia berkisah tentang getir hidupnya: Susah payah bekerja di luar negeri, suami yang ditinggal malah foya-foya, main perempuan dan menelantarkan anak.

Sudah ia ikhlaskan jerih payahnya yang sia-sia. Pun suaminya, ia ikhlaskan untuk perempuan lain. Ia hanya tak habis pikir, untuk apa si mantan suami mencuci otak anaknya agar menjauhinya. 

Tak ada yg lebih sedih selain dijauhi anak sendiri. 

Ia percaya Tuhan tak kan membiarkannya sendiri, tak putus doa untuk sang anak.

Seperti sudah direncanakan, beberapa bulan kemudian, kami bertemu lagi. Kali ini ia mengenalkanku pada anaknya. Ah, betapa bahagianya. 

Kisah ini, bagimu, mungkin biasa saja. Banyak kejadian seperti ini. Atau mungkin aku tak begitu pandai menceritakannya. Apapun lah. Bagiku, kisah ini sangat berharga. 

Selama ini kupikir hanya drama indosiar saja yang dramatis. Nyatanya, hidup bisa lebih dramatis. Dan tak perlu kuceritakan dengan dramatis pula. 






Wednesday, 7 March 2018

#tukangojek1: ya sudah

sebab tidak punya kendaraan dan gak bisa nyetir, kemana-mana praktis saya naik ojek ataupun angkutan kota. berhubung tidak ada lyn angkot ke arah rumah, saya lebih sering naik ojek. 

banyak pengalaman yang saya alami. manis maupun traumatis. beberapa kali saya dan kang ojek ngobrol ini itu, lebih seringnya saya menikmati perjalanan, duduk diam menatap rumah-rumah, anak-anak, dan pepohonan dan semak-semak yang segera berlalu, tenggelam dalam lamunan-lamunan riuh. 

lewat tulisan dengan label #tukangojek ini saya ingin berbagi cerita saya bersama kang ojek (duh, betapa mesranya kami :D)



Saya         : Om, minta helmnya, om. 
Kang ojek : Gak usah.
Saya         : Ya sudah .... (langsung meninggalkan kang ojek)
Kang ojek : loh, mo kemana, mbak? gak ada sweeping kok. ayo
saya         : @%$^^$%@@


tak sedikitpun acuh, sudah kadung ngambek. orang saya nyetopin belio karena helmnya. saya gak mau naik ojek yang gak sediain helm buat penumpangnya. kecuai kepepet dan terpaksa.  




 












__________________
pict from here
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...