Setiap doa, kelak akan terkabul
Setiap tanya, kelak akan terjawab
Mungkin bukan sekarang
Dan kita perlu bersabar
Showing posts with label semacam foto. Show all posts
Showing posts with label semacam foto. Show all posts
Monday, 5 October 2015
Saturday, 31 August 2013
tayando maule..
setelah sekian tahun, saya bisa dengan puas menikmati kampung halaman. beginilah kondisinya. penduduk yang dulu dikenal sebagai petani kelapa-kopra dan nelayan, sekarang sudah banyak beralih profesi sebagai pembudidaya rumput laut. foto di atas ini, penampakan rumput laut yang sedang dijemur. harga jualnya lumayan, 10/kg.
Tayando, itu kampung saya. tepatnya tayando yamru. ia pulau kecil yang bisa ditempuh dari tual dengan perahu motor atau kapal feri. sekitar 4 jam perjalanan. penduduknya menempati sepanjang pesisir pantai. sedang bagian daratan dan hutan di baliknya difungsikan untuk berkebun.
saya bahagia bertemu dengan sanak famili di kampung. semua orang baik dan ramah. lebih-lebih, setiap kali melihat saya, mereka teringat almarhum bapa saya. ia saudara mereka yang paling ramah.
mama saya juga merasa senang selama seminggu di kampung. kalau soal biaya hidup, makan terutama, di sini lebih murah memang. paman saya, sembari merawat rumput laut, bisa memancing atau menjala ikan untuk dibawa pulang. jika tidak sempat, kami bisa beli sendiri. harganya juga jauh lebih murah dibanding di kota. 10 ribu, sudah dapat 15-20 ekor ikan palala.
sehari-hari, saya menghabiskan waktu berkeliling kampung. mengikuti sepanjang garis pantai. ditemani sepupu-sepupu saya yang masih kecil. kadang-kadang berdua saja dengan mama saya. duduk diam di belakang rumah bibi saya. memandang laut, menunggu matahari tenggelam. menunggu waktu berbuka tiba.
yang unik selama di kampung, toa dari masjid selalu mengumandangkan surat ar-rahman setiap kali masuk waktu salat. mungkin cuma satu kaset itu yang ada di masjid. "fabiayialairabbikumaatukadziban..." dengan nikmat serta rizki yang melimpah, daratan yang subur, laut dengan aneka ragam kehidupan di dalamnya. maka, nikmat tuhan manakah lagi yang kau ingkari? ia semacam pengingat, bagi penduduk kampung untuk senantiasa mensyukuri nikmat tuhan yang melimpah, dengan meramaikan masjid-Nya...
| mari, kembangkan layarmu ke tayando.. ke maluku.. |
Friday, 23 August 2013
perjalanan ke timur
| langit dan laut, setiap hari |
Perjalanan
pulang kali ini saya anggap perjalanan wisata. Dengan KM Tidar saya berlayar ke
Tual. Kapal ini milik PT. Pelni. Ia murah dan merakyat. Cukup Rp500 ribu, saya
sudah bisa dapat tiket ekonomi tujuan Tual. Penumpang senantiasa padat. Kalau
tidak cepat, kadang-kadang tidak dapat tempat tidur yang sudah disediakan.
Banyak yang akhirnya bersyukur bisa tidur di depan ruang informasi, sekitar
mushala, bahkan di tangga-tangga dek. Bagi penumpang yang menginginkan perjalanannya
lebih aman, nymana dan sedikit mewah, bisa membeli tiket kelas 3, 2, 1 atau
VIP.
| port of makassar |
KM
Tidar bertolak dari Tanjung Perak, Surabaya, melewati Makassar, Bau-bau, Ambon,
Banda Naira, hingga akhirnya tiba di pelabuhan Yos Sudarso-Tual. Sekali mendayung,
dua tiga pulau terlampaui. Ia akan singgah di masing0masing pelabuhan sekitar 2-3 jam lamanya. Tergantung
jumlah muatan dan penumang tiap pelabuhan. Semakin banyak, semakin lama.
![]() |
| masih di pelabuhan makassar |
Itulah yang saya tunggu~tunggu
selama perjalanan. Saya akan menyempatkan diri berjalan~jalan sebentar sekitar
pelabuhan. Pertama~tama dicari, tentu saja rumah makan. Pedagang kaki lima pun
jadi. Selama di laut, saya benar~benar tidak pernah menyentuh jatah makanan
yang disediakan kapal --tahu lah macam apa makanan yang dimasak untuk sekian
ribu orang. Paling hanya buah dan sedikit makanan kafetaria untuk mengganjal
perut.
![]() |
| lama-lama jadi suka foto laut-langit... |
Di Makassar, bisa menikmati kuliner
khas seperti Coto Makassar yang terkenal itu. Kalau saya paling ngiler saat
tiba di Bau~bau. Sangkola alias suami, dibuat dari olahan ketela singkong,
bentuknya kayak gunung. Enak dimakan selagi hangat, sebagai pengganti nasi.
Jangan lupa pesan ikan bakar yah ;)
Semakin ke timur, wisata kuliner
ikannya semakin beragam. Kebetulan ketika sampai Ambon, sudah banyak rumah
makan yang tutup. Biasanya warung-warung ini selalu sedia ikan bakar.
Terakhir, sebelum masuk Tual, ada
satu pulau lagi yang disinggahi kapal. Pulau Banda Naira. Di sini, bukan perut
saja yang bisa dipuasin. Kalau kamu termasuk pencinta sejarah, Banda tempatnya.
Keluar pelabuhan langsung disambut museum dan masjid untuk mengenang Bung Hatta
dan Bung Syahrir. Keduanya dulu pernah diasingkan di pulau Banda. Semakin
masuk, semakin banyak tempat yang ditemui, salah seperti rumah bekas
pengasingan Hatta-Syahrir, rumah budaya dan beberapa bangunan kuno yang masih
dilestarikan. Puncaknya, benteng Belgica yang bisa ditempuh
dengan ojek, becak, atau jalan kaki kalau kuat :)
Laut banda juga indah, ia terkenal
dengan lautnya yang dalam. Mau nyelam atau renang sepertinya juga bisa, tapi
belum pernah lihat penumpang nekat berenang @.@
Jangan heran yah liat
foto-fotomya... Namanya juga di kapal. Kalau di dalam dek, kanan-kiri
muka-belakang yang tampak depan mata adalah manusia dan beraneka barang bawaan.
Keluar dek, sepanjang mata memandang hanya laut menghampar dan langit memayung.
Jadi, jangan sampai kamu ketiduran saat kapal sedang berlabuh….
| meninggalkan banda, menuju tual.. |
Labels:
ambon,
banda,
bau-bau,
langit,
laut,
makassar,
maluku,
perjalanan,
semacam catatan,
semacam foto,
tual
Wednesday, 3 July 2013
Senja di Ngadas
Monday, 1 July 2013
(bukan) pelangi
Sunday, 28 April 2013
the cutest cat
Labels:
buba,
cat,
kucing,
semacam foto,
the cutest cat
Tuesday, 5 February 2013
Wednesday, 9 January 2013
10 besar
menghadiri pernikahan putri irma (puma) di Solo
![]() |
| *pernikahan teman sma itu berarti reuni keluarga besar Gravity Mutalazimaen |
_______________
* yg bertanda bintang belongs to Husni Mubarok
Monday, 26 November 2012
Saturday, 18 August 2012
papua merdeka di mandala
Monumen Mandala,
Makassar-Sulawesi Selatan.
Tahun 1995, Soeharto
meresmikan monumen ini.
Dibangun untuk
mengenang Operasi Pembebasan Irian Barat.
Monumen Mandala.
Di sini sejarah
dibekukan untuk terus dicatat dan diingat.
Soekarno mengangkat
Mayor Jenderal Soeharto sebagai panglima Komando Mandala.
Membebankan tugas
militer dalam rangka memenangkan hak atas ladang
emas: Papua bagian barat.
: jangan lupa untuk menggaris bawahi ladang
emas.
Papua harus jadi
milik Indonesia, bukan Belanda.
Maka jadilah…
Puncak Monumen
Mandala.
Gambar-gambar
bersejarah banyak di pajang di puncak menara.
Terlalu banyak; saya
tidak ingat satu-satu.
Yang pasti, foto
Soeharto mendominasi.
Salinan supersemar,
masih misterius keberadaan dan keabsahannya, juga ada.
Puncak Monumen
Mandala.
Mungkin kau perlu
sedikit berjinjit untuk melihat jauh ke timur.
Tanah Papua.
Menyaksikan tatapan
sendu orang-orang miskin berkoteka; tak kuasa menahan emas-emas beralih dari
bumi Papua ke Jakarta dan Amerika.
Berapa nyawa Papua
yang harus ditebus selama jadi daerah operasi militer?
Berapa nyawa Papua
yang harus ditebus untuk meminta hak atas hak mereka sendiri?
Berapa nyawa Papua
yang harus ditebus untuk mengamankan korporasi kapitalisasi?
Berapa nyawa Papua
yang harus ditebus agar tuan-puan penguasa di Jakarta tetap gemuk?
Berapa nyawa Papua
yang harus ditebus agar freeport untung terus?
Berapa nyawa Papua
yang harus ditebus guna menyumpal teriakan Papua Merdeka?
Berapa nyawa lagi?
Berapa lama lagi?
Di bawah Monumen
Mandala.
Pergolakan melawan
ingatan pun mulai.
Kau bilang ekspansi,
bagiku penaklukan.
Kau bilang
penggabungan, bagiku penjajahan.
Kau bilang
mengembalikan Papua ke pangkuan ibu pertiwi, bagiku ibu? Ibu kandung atau ibu tiri?
Kau bilang
membebaskan, bagiku membelenggu.
Kau bilang akhirnya
Indonesia merdeka dari penjajah, bagiku akhirnya Indonesia belajar mejajah.
_______________________
origonally captured by: Kartini Zalukhu (trims Kak Tini, dokumentasi foto selama di Makassar lengkap banget :)) and edited by novi.
Monday, 6 August 2012
always be our hero(ine)
Ini tim bulu tangkis Indonesia yang bertarung di Olimpiade London 2012. Tunggal putra ada Taufik Hidayat dan Simon Santoso, dua-duanya kandas di partai 16 besar. Firdasari mewakili tunggal putri juga kandas. ganda putri dan ganda putra bernasib sama. Grace/Jauhari didiskualifikasi sebab diduga terlibat politik gajah. sementara Bona/Ahsan kalah saat melawan ganda putra Korea Selatan. Hanya Liliyana/Tantowi, ganda campuran, yang bisa menembus babak semifinal. Praktis tinggal mereka berdua yang diandalkan untuk meneruskan tradisi emas bulu tangkis Indonesia di Olimpiade. Sejak awal mereka memang digadang-gadang mampu meraih medali. Tapi ceritanya lain. Langkah mereka untuk masuk final dihentikan oleh lawan dari China. Impian untuk merebut perunggu juga tak terkabulkan. Lagi-lagi harus menanggung kekalahan dari Denmark.
Bukan kabar gembira yah? Memang. Tim bulu tangkis jadi headline berita di koran-koran. Banyak yang menyesalkan. Yang mencibir juga banyak -bulu tangkis selalu di gadang-gadang dibanding cabang olahraga yang lain.
Apapun hasilnya, saya tetap jadi fans berat bulu tangkis Indonesia :). Mereka, atlet-atlet olimpiade, adalah prajurit pembela negara. Mau menang, mau kalah; they will always be our hero(ine)s!!!
Monday, 14 May 2012
Sunday, 22 April 2012
Friday, 13 April 2012
Wednesday, 29 February 2012
Saturday, 18 February 2012
Laskar hijau lagi
cat: makasih ya mas Hendri, udah mau jadi juru foto selama perjalanan...
(akhirnya bisa muncul juga. mau unggah foto ajah susah banget, galat mulu)
Friday, 9 December 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)












.jpg)
.jpg)












