sebenarnya hari ini, 11 Mei, sama saja bagi saya. tidak ada yang istimewa di hari wisuda. tapi bagi keluarga saya ini sangat istimewa. nilai skripsi, sudah tahu. ipk, cumlaude. saya sudah tahu jauh sebelum wisuda. yah saya anggap ini semacam resepsi saja.
justru, hari ini sedikit sendu. saya selalu mengingat bapa saya yang telah tiada. kelulusan ini, saya hadiahkan kepada bapa. saya tahu, dialah orang yang sangat berbahagia.
dia yang selalu menyiapkan sekolah saya. yang menyiapkan seragam saya selalu bersih, tersetrika rapi. yang selalu membersihkan sepatu saya. melebihkan uang jajan saya kalau sedang sekolah. yang paling rajin membelikan buku-buku pelajaran saya. dia, yang selalu berseri-seri saat menerima raport saya.
bapa, ufweknon li rek o, bap.
Showing posts with label bapa. Show all posts
Showing posts with label bapa. Show all posts
Monday, 13 May 2013
Sunday, 27 January 2013
hujan
Ia akan selalu
mengingatkan saya pada bapa yang mengasihi saya
Saya seperti umumnya
anak-anak, setiap kali hujan turun, langsung berlari kegirangan keluar rumah.
Hujan-hujanan di bawah pancuran langit.
Kalau pulang ke
rumah, sudah pasti saya dimarahin. Bukan ibu saya yang marah-marah, tapi bapa
saya.
Dulu, saya akan
berpikir bapa saya tukang marah. Galak. Gak suka lihat anak-anaknya menikmati
masa bermain. Gak suka lihat anaknya bahagia. Main sama anak-anak cowok, gak
boleh. Main jauh-jauh dari rumah, gak boleh. Dan sekarang hujan-hujanan juga
gak dibolehin.
Tapi itu dulu.
Sekarang, sudah sebesar ini saya baru paham. Pikiran saya berubah. Saya tahu,
bapa pasti khawatir kalau-kalau hujan bikin saya sakit.
Jika saya sakit
urusannya panjang. Saya pasti tidak bisa masuk sekolah. Padahal, di dunia ini,
hal yang paling bikin bapa saya bahagia adalah mengantarkan anak-anaknya ke
sekolah.
Saya pasti juga
tidak bisa bermain dengan teman-teman selama saya sakit. Itu bisa berhari-hari.
Ibu saya bakal libur
kerja, atau minimal bolak-balik rumah kantor setiap ada kesempata buat nemenin
saya di rumah. Sementara bapak saya di tempat kerjanya terus-terusan digelayuti
perasaan masygul. Mungkin juga akan sedih karena tidak bisa menemani anaknya
yang sedang sakit.
Januari ini, hujan
lebih sering turun. Hampir tiap hari. Dan saya bahagia karena ia membawa
kenangan saya bersama bapa serta.
Kalau hujan tidak
turun, saya akan berdoa
Langit,
Curahkanlah hujanmu untuk merahmatinya
Utuslah mereka untuk menyampaikan cinta saya
kepadanya, bapa
Labels:
bapa,
doa,
galak,
hujan,
ibu,
ingatan,
kasih sayang,
kenangan,
khawatir,
langit,
marah,
sakit,
semacam curhat
Tuesday, 15 January 2013
sahaya aku
Sahaya aku
Tepi pantai kala senja
Nelayan menjaring siluet matahari
Dan mega di ujung lazuardi
Bersama mengukir ikar ; “hanya bapa
raja diraja”
Sekali waktu
Insan terperangkap labirin
Resah
Galau
Pun dilema
Dari keheningan, alam berbisik;
“iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in”
Di sini
Seorang diri meniti tasbih
Mengukir lafal atas sujud kultus
Luruh keangkuhan sluruh
Dengan segenap kekerdilan
Sahaya aku;
“hanya bapa tunggal yang esa”
Subscribe to:
Posts (Atom)
