Wednesday, 28 November 2012

perihal kenangan


Tahukah kau, di mana orang mati sekarang?
Kenangan

Lalu di mana waktu kita yang telah berlalu?
Kenangan

Akan ke mana waktu kita sekarang?
Kenangan

Dan, waktu yang akan datang pun
Kemudian hari bakal jadi
kenangan

Tapi kenangan yang mana dan bagaimana?
Tak tahulah...
Kita terjebak, di entah kenangan siapa


Tuesday, 27 November 2012

ganjil vs genap


Ganjil.
Bukan perasaanku.
Tapi situasi sekarang.
Dulu kita genap.
Lalu tanpamu...

Iya, dulu empat.
Genap. Sekarang tiga.
Bukankah itu angka ganjil…

Jadi,
Kadangkadang, untuk menggenapkan
Aku memintamu berkunjung,
Ke dunia di mana kita bisa tak lagi ganjil
Kenangan… 




Wednesday, 14 November 2012

Menziarahi perempuan


Perempuan, inilah aku -anakmu perempuan
Berjalan jauh menyusuri gundukan tanah basah kuburan baru
Membaui hadirmu di antara makam berkijing dan tidak
Berusaha menemukan namamu pada nisan lamat-lamat

Sungguh perjalanan panjang
Menziarahi guna berlutut di depan belulangmu
Sembari menaburkan kembang dan meletakkan sebuket mawar- persis di bawah namamu

Terberkatilah kau perempuan,
Untuk memberikan apel kepada lelakimu; telah kau bukakan pikirannya
Untuk keberanianmu telanjang; upaya mendapatkan kunci menuju bumi
Bumi tempat kau dan lelakimu memadu kasih
Beranak pinak
Bumi tempatmu menemukan arti

Terberkatilah kau perempuan,
Pada luruh darahmu kehidupan bermula; lalu kau dinistakan karenanya
Dari rahimmulah manusia -anak-anakmu
Dan dari dada ranummu pula manusia menyusu kehidupan
Hisap habis menyisakan puting besar sarat jejak gigitan kemarahan

Kau perempuan terbuang
Anak-anakmu, bibir mencium pipi,
Tapi tangan yang memeluk punggungmu berbelati
Menusukmu sebagai ganti kehidupan yang kauberikan
Demi iri atas alam yang tak sempat mereka cicipi
Demi dunia tempatmu terusir dan menyingkir
Demi alam yang dinantikan
            Firdausi, bukan Bumi

Aku berdoa untukmu perempuan
Di akhir pertemuan
Sebelum melafal kata terukir di nisan 
H  A  W  A

Pada rahimmu aku berhutang kehidupan

Malang, 12 Agustus 2012





Wednesday, 7 November 2012

I'm Ok, Himmah :)


Suatu hari, setelah sekian lama, saya memutuskan untuk ke perpustakaan pusat kampus. Nyaris satu semester ini saya tidak pernah berkunjung ke perpus lagi. Di antara kami, saya dan perpus, seolah sudah tidak ada yang dapat dipertahankan (heh?). Tidak ada alasan bagi saya untuk mengunjunginya.

Ya, memang sudah mulai menyicil skrips(h)i(t), tapi tidak ngoyo, lagipula koleksi referensi milik perpus fakultas dan SAC lumayan lengkap. Saya juga lebih suka cari buku di Pasar Buku Wilis yang murah meriah, atau ke Togamas yang diskonnya gila-gilaan. 

Tapi hari itu saya memang harus ke perpus pusat. Saya perlu membaca banyak referensi. Tulisan untuk si ino harus segera diselesaikan.

Untuk bisa masuk perpus dan bebas meminjam buku, saya diwajibkan memperpanjang masa aktif KTM saya dan membayar Rp= 5.000 sebagai ganti biaya administrasi. KTM di kampus saya berlaku hanya sampai 8 semester perkuliahan, lebih dari itu harus memperpanjang.

Pencarian buku pun dimulai di lantai 3 perpustakaan. Berawal dengan mengitari satu demi satu rak-rak yang berjejer di sebelah utara. Karena buku yang saya cari bertema agama, saya yakin sekali pasti nyelip di antara rak sebelah sini. Mulai timur sampai barat, depan belakang, akirnya ketemu juga di rak kedua paling barat. Syiah-Sunni, ada diantara daftar yang tertera di rak.

Mata dan tangan saya mulai menyisir buku-buku. Dari atas kebawah, bawah ke atas lagi.  Nihil. Saya lantas berpaling ke rak sebelahnya, rak paling ujung. Mungkin petugasnya salah taruh.

Mulai lagi, dari kanan ke kiri. Atas-bawah, jungkir-balik. Perasaan sedikit putus asa bikin saya jadi lemas dan lapar. Setelah beberapa saat, akhirnya saya menemukan dua buku. Tuh, kan, apa saya bilang. Buku-buku Syiah-Sunni dipindah ke rak ini. Ada di pojok paling bawah. Buku-buku-nya tidak banyak. Dari lima buku yang saya butuhkan, hanya ada dua, sisanya mungkin lagi dipinjam.

Saya santai sejenak. Sudah tidak kuat rasanya berdiri, apalagi harus memiringkan kepala biar bisa baca judul buku di rak. Sembari selonjoran dan bersandar ke rak, saya membuka halaman-halaman buku. Membaca. Peduli amat dengan pengunjung lain. Lapar saya sudah naik sampai ke ubun-ubun.

Saya merasa perempuan di sebelahku menatap saya. Lama sekali. Sampai akhirnya saya balas menatapnya. "Navis?" sapa perempuan tadi keheranan, teman-teman di kampus memanggil saya Navis. Ia pindah posisi, ikutan duduk di depan saya. Saya cengengesan saja, sambil menatap wajahnya, saya coba ingat-ingat siapa namanya. Yang saya ingat pasti dia teman saya di PKPBA waktu semester satu-dua dulu. "Himmah…," akhirnya saya bisa nyebut nama dia.

Himmah yang di belakang itu, serius bgt blajar PKPBA


Ia mulai menyanyai saya. Kami sudah lama tidak bertemu. Dari tatapannya, saya merasa dikasihani. Mungkin tampang saya seperti orang depresi. "Kamu nyari buku buat apa? Masih ada kuliah? Atau buat Skripsi?" saya hanya menggeleng. Saya jelaskan kalau saya sedang tidak mencari buku untuk urusan kuliah. "Skripsi kamu belum selesai, yah? Teman-teman kita yang belum lulus siapa saja?" Ia terus menanyai saya. Menyinggung-nyinggung skripsi. Saya kasih tahu lagi, saya sudah proposal, dan skripsinya masih saya simpan dulu di loker, belum saya otak-atik lagi. Teman-teman kami jaman PKPBA dulu juga ada yang belum lulus, terutama anak sastra inggris, yang sejurusan dengan saya.

Teman saya ini belum juga berhenti menatap saya. Masih dengan tatapan aduh-vis-kamu-kok-kurus-kaya-orang-mikir-skripsi-yang-gak-selesaiselesai. Saya melengkungkan senyum lebar, dan berhenti menunjukkan raut orang kelaparan. Ekspresi wajahnya sedikit berubah.

Kami mulai bercerita yang asik-asik. Saya masih dengan posisi selonjoran, himmah di depan saya. Lorong antar dua rak ini jadi milik kami berdua. Himmah lulus semester 7, bulan mei lalu. Sekarang sedang melanjutkan S2 di pasca-sarjana di Batu. Sesekali terdengar, "Ayo, semangat. Selesaikan skripsimu, vis. " Ia terus-terusan menyemangati saya.

Beberapa saat kemudian saya memutuskan untuk keluar lebih dulu. Saya berlalu. Cacing dalam perut kegirangan. Tahu ajah kalo mau dikasih makan. Ketika hendak menuruni tangga, Himmah memanggil saya, tangannya mengacungkan buku yang tadi saya tinggalkan. Saya menggeleng, "Gak jadi. " sambil menunjukkan dua buku yang sudah saya pilih. Ia mengangguk, "Semangat ya!"

Saya tersenyum. Trims, sudah perhatian sama saya :)
Malang, 5 November 2012

Tuesday, 30 October 2012

cowok dulu, cewek kemudian


Warung di sudut salah satu jalan daerah kerto selalu ramai dikunjungi pengunjung. Kebanyakan mahasiswa; kalo gak UIN,  ya anak UB. Pagi itu saya turut mengantri di sebelah dua teman saya. Karena agak lama, sesekali saya duduk sembari menunggu giliran teman saya tiba.

Tiba giliran saya. Saya menyebut beberapa menu yg saya pesan. Di sebelah saya ada sepasang kekasih. Si cewek juga ikut memesan. Sementara si ibu mulai mengisi piring dengan seporsi nasi penuh.

"Mas-nya mau pesan apa?" tanya ibu penjaga warung.

"'Saya dulu, bu." sela si cewek tadi. Saya sudah mulai merengut.

"Yang cowok dulu yah, mbak. Perempuan kan suwargo nunut, nereka katut."

Saya bersitatap dengan teman saya. Tak percaya!









Thursday, 25 October 2012

common law friend...


Sahabat, teman. Mungkin itulah yang terbaik buat kita. Yang sangat tepat untuk kita. Setidaknya menurutku; saat ini.

Seorang teman selalu menerima sahabatnya dalam semua kekurangan dan kelebihan. Selalu ada saat sedih, susah, senang, tawa, duka, dan lelah. Berbagi cerita. Saling memaafkan, tak pernah tahan berdiam-diaman meski sehari saja.

Dengan teman, sahabat tak perlu canggung. Jaim. Bebas jadi diri sendiri. Dan itu yang aku mau.

Kau. Aku. Kita tak perlu berubah jadi orang lain. Tidak harus berpura-pura jadi lebih baik. Sempurna.

Cukup begini saja. Seperti kita yang dulu. Seperti sebelumnya. Seorang teman yang sangat saling memahami. 

Aku menginginkanmu sejatinya. Tak sedikitpun kuragukan cinta yang meluap di matamu. Tapi apatah arti cinta jika ia membelenggu dan menuntut.

So, just be my common law boyfriend forever. And I'll be yours too :)


 
form here








Wednesday, 17 October 2012

nak-kanak sampang


Setelah tiba di Sampang, Madura,  saya tidak tahu apa yang bisa saya lakukan untuk membantu para penyintas di Gor Sampang. Bermodal sedikit nekat, Asrus, Arif, Fifink dan saya mendaftarkan diri jadi relawan. Saya tidak punya pengalaman jadi relawan sebelumnya. Saya tidak punya keahlian apa-apa. Saya hanya bisa bermain dengan anak-anak dan mejadi teman yang baik.

Rabu pagi, 5 September, awal pertama saya bertemu anak-anak. Kebetulan guru yang biasanya mengajar belum tiba. Bersama Nira, satu-satunya dokter yang ada, Mbak Anisa, Mbak Sundari, dan satu orang lagi aktivis gus durian (haduh, maafkan saya yg pelupa ini), kami lantas membuatkan susu dan membagikan biskuit untuk ke anak-anak.

Saya sebenarnya ingin bermain dengan para balita di PAUD, tapi sudah ada guru-nya. Jadinya saya pindah posisi ke tenda sebelah --sekolah darurat untuk anak SD.

Jangan dikira lantaran di sekolah saya lalu harus menjadi guru. Saya tetap memposisikan diri sebagai teman bermain (halah, emang aku gak bisa ngajar). Kami bermain apa saja, bermain role play guru-murid -saya yang jadi gurunya, hokey-pokey, sampai potong bebek angsa dan bernyanyi. Di lain hari kami belajar berbalas pantun. Kalau soal pantun, anak-anak jago sekali.


Biasanya setiap pagi ada perpustakaan keliling yang sengaja didatangkan hingga siang hari, jam sekolah selesai. Saya kadang membacakan buku certita untuk anak-anak. Oh, bukan membaca, mengarang sebenarnya. Soalnya anak-anak suaka nanya gini, "kuk gak ada di gamabar?"

Meski baru kenal beberapa hari, anak-anak ada yang lengket dan suka ngintil saya kemana-mana. Ada Nurul yang hobi pinjam hape saya buat foto Bu Dokter, dia bilang kalau sudah besar dia juga mau jadi dokter. Dia ini juga yang mau nemenin saya ngantri mandi. 

Jelis (tulisnya gampang, lafalinnya susah banget. Harus cocok sama cengkok Madura), dia ini yang paling sering ngintil saya, suka ngajak ngobrol, tapi saya sama sekali tidak paham bahasa Madura, parahnya dia juga sama sekali tidak menguasai bahasa apa pun selain bahasa Madura. Saya harus sering-sering tanya temannya "dia bilang apa?". Bahasa isyarat jadi sarana tepat untuk kami berdua. Tadi, pagi-pagi sekali dia menghampiri saya, ia menyodorkan tangannya yng penuh karet gelang sisa bungkus nasi di tangannya. Ia menggumamkan sesuatu, tapi saya tidak paham. Tapi dari karet gelang di tangannya saya maklum :: ini karetnya sudah tambah banyak, sudah bisa dirangkai buat lompat tali. malam sebelumnya saya emang iseng ngambil karetnya lalu saya jalin, tapi terlalu pendek kalau mau dipakai main lompat tali. Pagi ini, dia bahagia sekali mengajak saya bermain lompat tali.

Teman kecil saya yang lain ada si Rohil, borok di lehernya membuka mata saya; bukan dia satu-satunya penyintas di Gor Sampang ini yang kena tomcat. Kondisi penyintasan belum kondusif benar, semua orang tumplek-blek jadi satu. Baru ketika relawan YEU datang, penyintas dibuatkan shelter yang lebih rapi. Semua penyntas didata ulang, setiap rumah tangga dibuatkan shelter sesuai kebutuhan dan jumlah anggota keluarga.     



Saya juga bertemu si kembar Sughro dan Kubro yang selalu ketakutan tiap kali didekatin orang baru. Setiap kali saya mendekati dua bocah berumur dua tahun ini, mereka akan menghindar, mencari-cari kakaknya. Di kemudian hari, ketika punya kesempatan ngobrol dengan kakaknya, Siti Romlah, saya baru tahu kenapa si kembar ini trauma dengan orang baru. 

Masih ada beberapa teman kecil saya seperti Hikmah, Ayu, Isrofil, Hawa' dan beberapa lain yang belum saya hafal betul nama dan rautnya. Sayang, saya tidak bisa berada lebih lama di sana seperti yang sudah saya rencanakan bersama my partners in crimes. Saya harus segera pulang ke Tual karena suatu alasan, padahal belum genap seminggu saya di Sampang. Hingga saat ini selalu ada keinginan untuk kembali menemui teman-teman kecil saya. Dan saya juga berdoa, agar kelak mereka bisa kembali ke kampung halaman mereka; tanah leluhur mereka dimakamkan, dan tempat mereka dilahirkan (Pram).

Thursday, 11 October 2012

isyaratkah...



gambar dari sini


Kau duduk menyamping di teras depan
Bercelana training biru dan
Singlet putih nan lusuh
Siang itu, aku akan kembali bepergian jauh

Pundak membungkuk
Kepala tertunduk
Tubuhmu terguncang, terguguk

Kau senandungkan nada
Firasat, selaku tak lagi akan sua

Mobil berderu
Melaju
Hatiku  turut berinaian
Tempias di kaca jadi kenangan



Monday, 8 October 2012

Merindu

gambar dari sini


Aku merindukanmu
Pada setiap tetes air
Yang menginginkan uar
Panas yang keluar dari bumi
; bau tanah saat hujan hendak turun

Aku merindukanmu
Pada setiap helai dedaunan
luruh di atas tanah
; yang di atasnya pohon tegak berdiri





Tuesday, 2 October 2012

#gambar idoep: Dear John....



Tidak mudah jadi orang baik. Jangan pernah berpikir jadi orang baik, jika kau tak sanggup hidup mendahulukan dan mengutamakan orang lain.
  


Savannah, tipekal gadis baik-baik. Tidak merokok, minum, atau kelayapan malam hari.  Alim bin hindun? Tidak juga. Ia layaknya remaja lain. Suka berkumpul sesama teman sebaya, melakukan hal-hal menyenangkan berrsama. Ke pantai bareng-bareng misalnya…

Tetap saja, dia gadis berhati mulia. Yang menghibahkan waktu liburan musim semi untuk membangun kembali rumah seorang warga yang roboh akibat diterpa badai. John Tyree, gebetan cakepnya, bahkan diajaknya serta.

John Tyree mungkinlah orang yang sangat dicintai Savannah. Yang selalu dikirimi surat cinta di manapun John Tyree dan pasukan perangnya berada. Yang mungkin ingin dinikahinya kelak. Yang dengannya, ia akan menghabiskan masa tua di tepi pantai sambil memandang senja. Tangan keriput John akan tanpa henti mengelus rambut Savannah yang sudah memutih. Mungkin.

Namun, sekali lagi,Savannah ini peri berbudi baik. Ia relakan hidupnya untuk Alan dan Tim. Alan anak tetangganya, mengidap autis sejak kecil. Ia mengenal baik Alan sejak baru lahir. Alan tidak dekat dengan orang lain selain Savannah, Tim dan orang-orang yang menurut Alan baik.

Dan Tim, dia ayah Alan. Di saat Alan beranjak besar, Tim menderita kanker. Tim jatuh cinta pada Savannah. Dia sadar, cinta Savannah hanya untuk John, namun ia tetap melamar Savannah. Setidaknya saat Tim sudah tidak ada, ia bisa pergi dengan tenang lantaran Alan berada di bawah pengasuhan orang yang tepat. Dan Savannah, dia memang putri paling baik. Ia menerimanya dengan lapang.

Savannah dan John percaya, suatu ketika mereka akan bertemu kembali. Semoga :)


__________________
beberapa hari terakhir ini saya punya banyak waktu luang, jadi bisa  buat nonton pilem :)



Saturday, 29 September 2012

kembali


Kembali…
Adalah ziarah panjang menapaktilasi ruang dan waktu kita bermula

Setiap yang berjiwa awalnya dari ada yang tak mewujud
Maka kembalinya pun pada ketakwujudan
Itu yang aku yakini, dan aku percaya jiwa-jiwa yang pergi masihlah ada

Seharusnya kepergian jiwamu adalah hal wajar
Yang sepatutnya kuantar penuh keihlasan
Akhirya sampai pula kau pada rumah tempatmu berasal

Namun
...
...
Kau bisa menebak apa yang terjadi padaku sekembalimu

Sebab kau pernah mengada di sini, ketakwujudanmu menyisakan kehilangan juga kerinduan

Malang, 25 september 2012



___________________

this is not my september

Wednesday, 26 September 2012

matahari

Taken from here



Aku ini tetumbuhan
Julur dan cuar hanya
Menuju satu arah
-Kehangatanmu-

Saturday, 22 September 2012

sebagai angin


Sebagai angin
Kadang riuh
Gemuruh serta
ribut macam topan badai

Lamun sesekali
Hanya semilir
Dan sepoi-sepoi
Berhembus pelan dan lembut

Sebagai angin;
Bergerak datang untuk kemudian berlalu
tak pernah bisa kupeluk.

Agustus 2012

Friday, 21 September 2012

Still Liebster...


Seperti janji saya sebelumnya untuk menyicil tugas The Liebster Award, di postingan ini saya akan menuntaskan dua tugas2 berikutnya. mulai dari membuata 11 pertanyaan, menentukan 11 orang berikutnya (ini susah sekali, harus milih sebelas orang dari kalian semua), dan terkahir menginformasikan kepada penerima award.

11 Pertanyaan dari saya:
  1. Sudahkah anda salat/ berdoa hari ini?
  2. Hal apa yang bisa membuatmu berbahagia?
  3. Apa yang paling kamu inginkan dalam hidupmu?
  4. Apa bacaan favorit kamu?
  5. Siapa tokoh, karakter, atau figur favoritmu?
  6. Apa yang pertama kali kamu lakukan ketika bangun tidur?
  7. Satu hal apa yang paling tidak kamu inginkan untuk diketahui orang lain?
  8. Seberapa sering kamu mandi?
  9. Hal apa yang bisa membuatmu bersedih?
  10. Tempat manakah yang sangat ingin kamu kunjungi?
  11. Bagaimana pendapat kamu tentang blog novi?
11 orang yang beruntung:

Sebenarnya saya ingin memberikan award ini kepada semua yang sudah setia berkunjung di sini, tapi award ini hanya boleh diberikan kepada 11 orang saja. Ini dia nama-nama yang saya pilih .

9  award buat teman-temanku yang sedang senang-senangnya nge-blog :)... semangat terus yah!!  
  1. Leeta Fauziah
  2. Esha Fatmawati
  3. Winda safitri
  4. Helmi
  5. Feni Wahyuni
  6. Inaz
  7. Dian Kurniati
  8. Icha Rumaf
  9. Cindi Ryanika
dan 2 award untuk teman blogger saya 
  1. Farrel Fortunas
  2. Annesya
jangan lupa mampir di sini untuk mengetahui peraturan dan mengambil awardnya :)

Congratz..

Thursday, 13 September 2012

maklum(at) & Award

Ya ampun.. setelah ditinggal beberapa minggu, lah kok, blog ini udash berdebu, untung belum lumutan...

Setelah dari Madura, saya langsung tancap gas pindah haluan ke rumah, Tual-Maluku. Saya sudah mempersiapkan modem, tapi sesampai di sini tidak berfungsi baik, sedikit impoten. Saya lupa, sinyal hape saja susah minta ampun, apalagi modem 6_6. Malam ini saya memutuskan untuk ke warnet. Really miss you all, guys :) 

Oya, saya dapat award, the liebster award, dari Rian. Trims yah.. maap baru bisa saya jemput sekarang. Ini award untuk saling mengenal dan mengakrabkan diri sesama blogger. Setiap penerima wajib menuliskan 11 hal tentang dirinya. Selain itu wajib menjawab 11 pertanyaan yang diberikan, membagikan award ini ke 11 orang lainnya (link orang yang ingin Anda bagikan ke dalam posting), lalu buat 11 pertanyaan baru uintuk teman-teman yang Anda anugrahi award ini. terakhir, jangan lupa sampaikan kepada teman-teman Anda bahwa mereka beruntung mendapat award ini. 



Hokeh... Untuk malam ini saya akan mencicil menuliskan 11 hal tentang saya dan menjawab pertanyaannya. Sisanya pe-er yah ^.^

11 Hal Tentang Novi
 1. Novi itu kalo lagi tidur gak bisa diganggu, susah dibangunkan. Biar ada maling masuk juga gak ngerti. Teman saya sampai-sampai harus masuk kamar lewat jendela gara-gara saya tidak bisa dibangunkan.
2.Waktu SD pernah bercita-cita jadi atlet bulu tangkis. Sekarang jadi suporter doank.
3. Saya suka sama anak-anak. Biasanya kalau saya sedang mudik ke rumah saudara-sauadara, sepupu-sepupu saya yang masih kecil, semuanya saya ajak tinggal di rumah saya. Saya bahagia, tapi mama saya kerepotan mengurus mereka, sedang bapa saya jadi hobi marah-marah.
4. Mahasiswa sastra Inggris yang tidak mengenal baik satu pun sastrawan Inggris.
5. Saya dua bersaudara, punya adik satu dan tidak punya kakak.
6. Suka ngaku ke orang-orang kalau saya tiga bersaudara atau lebih. Ucapan kan doa, siapa tahu mama saya masih bisa kasih adik lagi.
7. Princess Hours, judul drama korea favorit saya.
8. Pernah punya pikiran jadi pegawai perpustakaan di kota saya, Kan sepi tuh, jadi saya bisa seharian baca buku tanpa ada yang ganggu. xoxoxo
9. Kadang-kadang saya orangnya jorok. Pura-pura lupa kalau belum cuci tangan sebelum makan, ngupil sembarangan, tapi gak pernnah loh yah eong (maap) sembarangan...
10. Pencinta Aril dan Chairil. Saya rasa dua orang ini rada mirip-mirip gitu.... (perasaan saya ajah kali yah)
11. Saya suka dengar lagu, apalagi kalo yang nyanyi cowok dan suaranya seksi macam Aril, David Cook, AX7. 

11 Pertanyaan Rian :
1. Apa pengalaman unik saat SMP kelas 1?
SMP saya langsung dimasukkan ke asrama, SMP yang bener2 full day school gitu. Minggu pertama nangiiis mulu.
2.         Apa pengalaman unik saat SMP kelas 2?
Aha! Sampai smp kelas dua, badan saya gak besar-besar juga. Bapa saya masih kuat gendong saya dan adik saya sekaligus :)
3.         Apa pengalaman unik saat SMP keals 3?
akhirnya yah... setelah nunggu @ tahun, saya bisa juga jadi juara 1. Bangga banget ^,^
4.         Apa pengalaman unik saat SMA kelas 1?
SMA saya sekolah di Solo, dan ini pertama kali saya ke Solo. 
5.         Apa pengalaman unik saat SMA kelas 2?
Pengabdian masyarakat di Bayat, Klaten pasca gempa Jogja.
6.         Apa pengalaman unik saat SMA kelas 3?
Saat ujian UAS bukannya belajar, malah setiap malam nonton pertandingan Thomas & Uber Cup bareng teman-teman di kantor sekolah. 
7.         Lebih suka puisi atau kata-kata mutiara? Kanapa?
Apah yah? susah ini mah.. relatif yah. kadang suka puisi, kadang juga suka kata mutiara. tapi kalau bikin puisi, dikit-dikitsaya ngerti...
8.         Lebih suka kumpulan cerpen atau novel? Kenapa?
Hmm.. kalo dikasih novel atau kumcer, saya terima ajah. gak pernah nolak gratisan. Wkwkwkwk
9.         Lebih suka snack rasa apa: pedas manis, pizza, bbq atau original?
Original! Saya tidak suka rasa-rasa-an -yang dibuat-buat.
10.       Kalau mendapat hadiah buku yang genre atau jenisnya kurang disuka, akan tetap dibaca sampai habis, dibaca sekedarnya saja, atau disimpan saja?
Simpan dulu, kalau stok bacaan habis baru deh saya baca
11.       Apa yang paling kamu sukai dan yang paling tidak kamu sukai dari blog saya ini?
Jujur boleh kan... @? Yang paling saya suka isi blognya. Banyak pengetahuan mengenai sastra. Saya biasanya jadi silent reader, kadang turut komen. Nah, yang kurang sreg itu, template-nya doank sih... (soal selera ajah kuk).
*Sisanya buat pe-er dulu yah..  


Wednesday, 5 September 2012

dari mali(a)ng ke sampang


Banyak kejadian tak terduga dalam beberapa hari ini. Ada yang menyenangkan, ada yang tidak.

Teman sekamar saya, Si Winda, kehilangan teman-teman berharganya; mungkin lebih berharga dari pada saya. Ada satu notebook dan duah buah hape SE.

Posisinya Winda sedang ke kamar mandi, saya sedang tidur. Itu maling berani sekali, gak keder lihat rambut saya yang megar kayak singa.

Kemalingan saat tidur, kejadian paling buruk dalam satu minggu ini. Sampai-sampai saya jadi trauma. Bangun pagi sayang langsung ke ke kampos, gak lupa bawa laptop. Pulangnya kalau sudah malam, terus laptopnya disimpan di lemari. Parno banget. Padahal biasanya laptop dan hape, tergeletak di sembarang tempat.  

Berita baiknya, kampus baru menyelenggarakkan OPAK (ospek). Saya sedikit betah di kampus, mondar-mandir Student center tiap hari. Niatnya pengen ngecengin anak-anak baru; yang masih bening-bening *halah*.

Dan yang paling baik lagi, sekarang keturutan juga ke Sampang setelah ngidam setahun. Sekitar jam 9 malam bersama tiga makhluk cantik plus saya, makhluk paling ganteng, tiba di terminal Sampang. Dilanjut jalan kaki, mampir ngopi, jalan lagi sampai ke GOR tempat pengungsian warga syiah dan memakai co-card 'relawan'. Mungkin saya akan berada di sini sampai hari jumat besok, sabtu  atau ahad.

Semoga saya bisa terus menyampaikan kabar baik untuk kamu, pembaca budiman :)

Sunday, 2 September 2012

pada satu titik


Pernahkah kau berada di suatu masa, ketika kau merasa seperti…

Berdiri menantang puncak tinggi. Dipundakmu, peti-peti bersayap menggelayut. Membentuk sayap. Jika sayap-sayap peti mengepak serentak, kau bisa terbang lebih mudah meraih puncak.

Lain cerita jika satu sayap tak kepak, dua dan lebih. Atau bayangkan saja, peti-peti itu sebenarnya tidak bersayap. Membebani dan membenamkan tubuhmu perlahan. Sampai telusuk penuh ke tanah.

Seems like a wrong human in the right place
Sometimes, a right human in the wrong place. 

Malang, September 2012

Monday, 27 August 2012

Rekor CCU


Tiga kali mengambil mata kuliah yang sama, benar-benar rekor buat saya. Biasanya maksimal dua kali lah. Kali ke dua buat perbaikan nila-nilai C atau D.

Siang ini, 12.20 saya akan sedang kuliah Cross Culture Understanding (CCU) bersama Mr. Basri, mata kuliah yang pernah saya ambil waktu semester 5 dan saya ulang lagi di semester 7. Jadi ceritanya, (sabar ae yo, kak. Dengerin crita g penting.) saat semester lima, mood kuliah saya sedang tidak baik. Hari-hari saya lebih banyak diisi dengan mengikuti seminar-seminar, ikut sekolah filsafat, main ke gramedia, ke togamas, ke wilis atau jalan-jalan di matos. Escape from class.

Saya jadi sering bolos kuliah. Nilai CCU pertama sebenarnya sudah lumayan lah. Miss Pawellzick berbaik hati memberi saya nilai C. Artinya saya lulus pas-pasan. 

Tapi karena ingin nilai akhir saya A atau B semua *halah*, semester 7 saya niat sekali mengulang CCU. Kali ini diajar Miss Sarah. Kali ini, saya tidak malasmalas amat masuk kelas. Saya senang berada di kelas Miss Sarah dan berdiskusi dengannya. Skor UTS dan UAS saya termasuk tertinggi di kelas. Meskipun begitu, saya paling malas kalau disuruh mengumpulkan pekerjaan rumah. Hampir tidak pernah. Saya sadar itu, dan ketika lihat nilai E mampang di KHS, saya tidak terlalu kaget.

Tadinya saya tidak mau kuliah CCU lagi. Hemat saya, nanti nilai C itu saja yang saya ajukan untuk nilai akhir. Tapi peraturannya tidak semudah yang saya bayangkan. Kalau ada dua mata kuliah yang sama, nilai terakhir yang digunakan. Omigod. 

It's ok. Saya akan menjalaninya dengan sepenuh hati. Tidak ada bolos, tidak ada malas. Harus. Toh, dalam seminggu saya kuliah hanya satu mata kuliah ini, selebihnya mengerjakan skripsi.

God, betahkanlah, kuatkanlah, rajinkanlah saya di kelas Mr. Basri ini… Amen.

Thursday, 23 August 2012

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...