Friday, 7 December 2012
my fave boy
what do you think?
November kemarin saya menemani teman saya, Si Ariph, menemui Mas Alfan di sekretariat Dewan Kesenian Malang (DKM). Mas Alfan tinggal di situ sama keluarga kecilnya. Mas Alfan ini pelukis. Nah, yang di atas itu lukisan dia juga. Waktu pertama masuk galeri kerjanya, mata saya gak bisa lepas dari this lil boy. Langsung jatuh cinta :)
Tuesday, 4 December 2012
#novel: The Expected One
Kalau ada yang
bilang The Da Vinci Code-nya Dan Brown kontroversial lantaran mengisahkan Yesus
seperti manusia biasa yang juga bisa menikah. Lebih gila lagi, menikah dan
memiliki anak dengan perempuan yang dalam gereja dianggap sebagai pelacur,
Maria Magdalena. Novel Kathleen McGowan ini lebih kontroversial lagi.
Maria Magdalena,
dalam novel ini, berasal dari keluarga bangsawan Yahudi. Sejak kecil, dia
dekat dengan Easha, nama kecil Yesus. Namun ketika dewasa, ia terpaksa
dinikahkan dengan Yohanes Sang Pembaptis. Pernikahan ini sarat intrik politik
kekuasaan dan agama. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai seorang anak
laki-laki, Yohanes-Yusuf
Bagaimanapun, takdir
akhirnya menyerah pada kekuatan cinta. Yohanes mati dipenggal, dan Maria
menjanda. Takdir pula yang mempersatukan kembali Yesus dan Maria. Yesus
menerima Maria apa adanya, meski Ia tahu Maria janda beranak satu. Mereka
memiliki sepasang anak, Sarah-Tamar dan Yeshua-Daud
Itu baru soal
percintaan. Belum soal politik dalam kehidupan Yesus-Maria-Yohanes yang
mengantarkan mereka pada ajal dan pengasingan. Yohanes mati dipenggal oleh
penguasa Herodes, Yesus mati disalib, sementara Maria harus menyelamatkan
keturunan Yohanes dan Yesus dari kejaran para penguasa. Anak Yohanes akhirnya
diselamatkan para pengikut setia bapaknya, sementara maria dan anak-anak Yesus
meneruskan perjalanan ke dataran Eropa. Di sanalah mereka meneruskan hidup
dengan menyembunyikan identitas, agar bisa hidup tenang dan selamat.
Saya melihat ada
kesamaan antara The Da Vinci Code dan The Expected One dalam menceritakan Maria
Magdalena. Maria Magdalena tidak pernah dihadirkan sebagai karakter utama dan
cerita yang berdiri sendiri. Kisah Maria, seperti bingkai dalam bingkai. Jika dalam
The Da Vinci Code, Sophie dan Robert menyibak misteri Maria dari kode yang
mereka pecahkan, dalam The Expected One ini Maria tampil di atas catatan yang
ditulisnya sendiri yang di kemudian hari ditemukan oleh Maureen. Catatan itu
dikenal sebagai Injil Arques Maria Magdalena, Kitab Para Murid.
Eniwei, saya
menghatamkan novel ini selagi lampu di kamar mati minta diganti. Tiga malam
ditemani lilin, dan pintu yang dibuka lebar, biar cahaya dari luar kamar bisa
nyelinap masuk. Dan Christina Perri berulang-ulang menyanyikan A Thousand
Years. Kayaknya lebih pas jadi soundtrack novel ini ketimbang jadi OST Breaking
Dawn :)
Labels:
kuasa,
maria,
novel,
pernikahan,
politik,
semacam resensi
Wednesday, 28 November 2012
perihal kenangan
Tahukah kau, di mana
orang mati sekarang?
Kenangan
Lalu di mana waktu
kita yang telah berlalu?
Kenangan
Akan ke mana waktu
kita sekarang?
Kenangan
Dan, waktu yang akan
datang pun
Kemudian hari bakal
jadi
kenangan
Tapi kenangan yang
mana dan bagaimana?
Tak tahulah...
Kita terjebak, di
entah kenangan siapa
Tuesday, 27 November 2012
ganjil vs genap
Ganjil.
Bukan perasaanku.
Tapi situasi
sekarang.
Dulu kita genap.
Lalu tanpamu...
Iya, dulu empat.
Genap. Sekarang
tiga.
Bukankah itu angka
ganjil…
Jadi,
Kadangkadang, untuk
menggenapkan
Aku memintamu
berkunjung,
Ke dunia di mana
kita bisa tak lagi ganjil
Kenangan…
Monday, 26 November 2012
Wednesday, 14 November 2012
Menziarahi perempuan
Perempuan, inilah
aku -anakmu perempuan
Berjalan jauh
menyusuri gundukan tanah basah kuburan baru
Membaui hadirmu di antara makam berkijing dan tidak
Berusaha menemukan
namamu pada nisan lamat-lamat
Sungguh perjalanan
panjang
Menziarahi guna
berlutut di depan belulangmu
Sembari menaburkan
kembang dan meletakkan sebuket mawar- persis di bawah namamu
Terberkatilah kau
perempuan,
Untuk memberikan
apel kepada lelakimu; telah kau bukakan pikirannya
Untuk keberanianmu
telanjang; upaya mendapatkan kunci menuju bumi
Bumi tempat kau dan
lelakimu memadu kasih
Beranak pinak
Bumi tempatmu
menemukan arti
Terberkatilah kau
perempuan,
Pada luruh darahmu
kehidupan bermula; lalu kau dinistakan karenanya
Dari rahimmulah
manusia -anak-anakmu
Dan dari dada
ranummu pula manusia menyusu kehidupan
Hisap habis
menyisakan puting besar sarat jejak gigitan kemarahan
Kau perempuan
terbuang
Anak-anakmu, bibir
mencium pipi,
Tapi tangan yang
memeluk punggungmu berbelati
Menusukmu sebagai
ganti kehidupan yang kauberikan
Demi iri atas alam
yang tak sempat mereka cicipi
Demi dunia tempatmu
terusir dan menyingkir
Demi alam yang
dinantikan
Firdausi,
bukan Bumi
Aku berdoa untukmu
perempuan
Di akhir pertemuan
Sebelum melafal kata
terukir di nisan
H A
W A
Pada rahimmu aku
berhutang kehidupan
Malang,
12 Agustus 2012
Wednesday, 7 November 2012
I'm Ok, Himmah :)
Suatu hari, setelah
sekian lama, saya memutuskan untuk ke perpustakaan pusat kampus. Nyaris satu
semester ini saya tidak pernah berkunjung ke perpus lagi. Di antara kami, saya
dan perpus, seolah sudah tidak ada yang dapat dipertahankan (heh?). Tidak ada alasan
bagi saya untuk mengunjunginya.
Ya, memang sudah
mulai menyicil skrips(h)i(t), tapi tidak ngoyo,
lagipula koleksi referensi milik perpus fakultas dan SAC lumayan lengkap. Saya
juga lebih suka cari buku di Pasar Buku Wilis yang murah meriah, atau ke
Togamas yang diskonnya gila-gilaan.
Tapi hari itu saya
memang harus ke perpus pusat. Saya perlu membaca banyak referensi. Tulisan
untuk si ino harus segera diselesaikan.
Untuk bisa masuk
perpus dan bebas meminjam buku, saya diwajibkan memperpanjang masa aktif KTM
saya dan membayar Rp= 5.000 sebagai ganti biaya administrasi. KTM di kampus
saya berlaku hanya sampai 8 semester perkuliahan, lebih dari itu harus
memperpanjang.
Pencarian buku pun
dimulai di lantai 3 perpustakaan. Berawal dengan mengitari satu demi satu
rak-rak yang berjejer di sebelah utara. Karena buku yang saya cari bertema
agama, saya yakin sekali pasti nyelip di
antara rak sebelah sini. Mulai timur sampai barat, depan belakang, akirnya
ketemu juga di rak kedua paling barat.
Syiah-Sunni, ada diantara daftar yang tertera di rak.
Mata dan tangan saya
mulai menyisir buku-buku. Dari atas kebawah, bawah ke atas lagi. Nihil. Saya lantas berpaling ke rak
sebelahnya, rak paling ujung. Mungkin petugasnya salah taruh.
Mulai lagi, dari
kanan ke kiri. Atas-bawah, jungkir-balik. Perasaan sedikit putus asa bikin saya
jadi lemas dan lapar. Setelah beberapa saat, akhirnya saya menemukan dua buku.
Tuh, kan, apa saya bilang. Buku-buku Syiah-Sunni dipindah ke rak ini. Ada di pojok
paling bawah. Buku-buku-nya tidak banyak. Dari lima buku yang saya butuhkan,
hanya ada dua, sisanya mungkin lagi dipinjam.
Saya santai sejenak.
Sudah tidak kuat rasanya berdiri, apalagi harus memiringkan kepala biar bisa
baca judul buku di rak. Sembari selonjoran dan bersandar ke rak, saya membuka
halaman-halaman buku. Membaca. Peduli amat dengan pengunjung lain. Lapar saya sudah
naik sampai ke ubun-ubun.
Saya merasa
perempuan di sebelahku menatap saya. Lama sekali. Sampai akhirnya saya balas
menatapnya. "Navis?" sapa perempuan tadi keheranan, teman-teman di
kampus memanggil saya Navis. Ia pindah posisi, ikutan duduk di depan saya. Saya
cengengesan saja, sambil menatap wajahnya, saya coba ingat-ingat siapa namanya.
Yang saya ingat pasti dia teman saya di PKPBA waktu semester satu-dua dulu.
"Himmah…," akhirnya saya bisa nyebut nama dia.
![]() |
| Himmah yang di belakang itu, serius bgt blajar PKPBA |
Ia mulai menyanyai
saya. Kami sudah lama tidak bertemu. Dari tatapannya, saya merasa dikasihani.
Mungkin tampang saya seperti orang depresi. "Kamu nyari buku buat apa?
Masih ada kuliah? Atau buat Skripsi?" saya hanya menggeleng. Saya jelaskan
kalau saya sedang tidak mencari buku untuk urusan kuliah. "Skripsi kamu
belum selesai, yah? Teman-teman kita yang belum lulus siapa saja?" Ia
terus menanyai saya. Menyinggung-nyinggung skripsi. Saya kasih tahu lagi, saya
sudah proposal, dan skripsinya masih saya simpan dulu di loker, belum saya
otak-atik lagi. Teman-teman kami jaman PKPBA dulu juga ada yang belum lulus,
terutama anak sastra inggris, yang sejurusan dengan saya.
Teman saya ini belum
juga berhenti menatap saya. Masih dengan tatapan
aduh-vis-kamu-kok-kurus-kaya-orang-mikir-skripsi-yang-gak-selesaiselesai. Saya
melengkungkan senyum lebar, dan berhenti menunjukkan raut orang kelaparan.
Ekspresi wajahnya sedikit berubah.
Kami mulai bercerita
yang asik-asik. Saya masih dengan posisi selonjoran, himmah di depan saya.
Lorong antar dua rak ini jadi milik kami berdua. Himmah lulus semester 7, bulan
mei lalu. Sekarang sedang melanjutkan S2 di pasca-sarjana di Batu. Sesekali terdengar,
"Ayo, semangat. Selesaikan skripsimu, vis. " Ia terus-terusan
menyemangati saya.
Beberapa saat
kemudian saya memutuskan untuk keluar lebih dulu. Saya berlalu. Cacing dalam
perut kegirangan. Tahu ajah kalo mau dikasih
makan. Ketika hendak menuruni tangga, Himmah memanggil saya, tangannya
mengacungkan buku yang tadi saya tinggalkan. Saya menggeleng, "Gak jadi.
" sambil menunjukkan dua buku yang sudah saya pilih. Ia mengangguk,
"Semangat ya!"
Saya tersenyum. Trims, sudah perhatian sama saya :)
Malang, 5 November 2012
Tuesday, 30 October 2012
cowok dulu, cewek kemudian
Warung di sudut
salah satu jalan daerah kerto selalu ramai dikunjungi pengunjung. Kebanyakan
mahasiswa; kalo gak UIN, ya anak UB.
Pagi itu saya turut mengantri di sebelah dua teman saya. Karena agak lama,
sesekali saya duduk sembari menunggu giliran teman saya tiba.
Tiba giliran saya.
Saya menyebut beberapa menu yg saya pesan. Di sebelah saya ada sepasang
kekasih. Si cewek juga ikut memesan. Sementara si ibu mulai mengisi piring
dengan seporsi nasi penuh.
"Mas-nya mau
pesan apa?" tanya ibu penjaga warung.
"'Saya dulu,
bu." sela si cewek tadi. Saya sudah mulai merengut.
"Yang cowok
dulu yah, mbak. Perempuan kan suwargo nunut, nereka katut."
Saya bersitatap
dengan teman saya. Tak percaya!
Thursday, 25 October 2012
common law friend...
Sahabat, teman.
Mungkin itulah yang terbaik buat kita. Yang sangat tepat untuk kita. Setidaknya
menurutku; saat ini.
Seorang teman selalu
menerima sahabatnya dalam semua kekurangan dan kelebihan. Selalu ada saat
sedih, susah, senang, tawa, duka, dan lelah. Berbagi cerita. Saling memaafkan,
tak pernah tahan berdiam-diaman meski sehari saja.
Dengan teman,
sahabat tak perlu canggung. Jaim. Bebas jadi diri sendiri. Dan itu yang aku
mau.
Kau. Aku. Kita tak
perlu berubah jadi orang lain. Tidak harus berpura-pura jadi lebih baik.
Sempurna.
Cukup begini saja.
Seperti kita yang dulu. Seperti sebelumnya. Seorang teman yang sangat saling
memahami.
Aku menginginkanmu
sejatinya. Tak sedikitpun kuragukan cinta yang meluap di matamu. Tapi apatah
arti cinta jika ia membelenggu dan menuntut.
So, just be my
common law boyfriend forever. And I'll be yours too :)
| |||
| form here |
Wednesday, 17 October 2012
nak-kanak sampang
Setelah tiba di
Sampang, Madura, saya tidak tahu apa
yang bisa saya lakukan untuk membantu para penyintas di Gor Sampang. Bermodal
sedikit nekat, Asrus, Arif, Fifink dan saya mendaftarkan diri jadi relawan.
Saya tidak punya pengalaman jadi relawan sebelumnya. Saya tidak punya keahlian
apa-apa. Saya hanya bisa bermain dengan anak-anak dan mejadi teman yang baik.
Rabu pagi, 5
September, awal pertama saya bertemu anak-anak. Kebetulan guru yang biasanya
mengajar belum tiba. Bersama Nira, satu-satunya dokter yang ada, Mbak Anisa,
Mbak Sundari, dan satu orang lagi aktivis gus durian (haduh, maafkan saya yg
pelupa ini), kami lantas membuatkan susu dan membagikan biskuit untuk ke
anak-anak.
Saya sebenarnya
ingin bermain dengan para balita di PAUD, tapi sudah ada guru-nya. Jadinya saya
pindah posisi ke tenda sebelah --sekolah darurat untuk anak SD.
Jangan dikira
lantaran di sekolah saya lalu harus menjadi guru. Saya tetap memposisikan diri
sebagai teman bermain (halah, emang aku gak bisa ngajar). Kami bermain apa
saja, bermain role play guru-murid -saya
yang jadi gurunya, hokey-pokey, sampai
potong bebek angsa dan bernyanyi. Di lain hari kami belajar berbalas pantun.
Kalau soal pantun, anak-anak jago sekali.
Biasanya setiap pagi
ada perpustakaan keliling yang sengaja didatangkan hingga siang hari, jam
sekolah selesai. Saya kadang membacakan buku certita untuk anak-anak. Oh, bukan
membaca, mengarang sebenarnya. Soalnya anak-anak suaka nanya gini, "kuk gak
ada di gamabar?"
Meski baru kenal
beberapa hari, anak-anak ada yang lengket dan suka ngintil saya kemana-mana.
Ada Nurul yang hobi pinjam hape saya buat foto Bu Dokter, dia bilang kalau
sudah besar dia juga mau jadi dokter. Dia ini juga yang mau nemenin saya
ngantri mandi.
Jelis (tulisnya
gampang, lafalinnya susah banget. Harus cocok sama cengkok Madura), dia ini
yang paling sering ngintil saya, suka ngajak ngobrol, tapi saya sama sekali
tidak paham bahasa Madura, parahnya dia juga sama sekali tidak menguasai bahasa
apa pun selain bahasa Madura. Saya harus sering-sering tanya temannya "dia
bilang apa?". Bahasa isyarat jadi sarana tepat untuk kami berdua. Tadi,
pagi-pagi sekali dia menghampiri saya, ia menyodorkan tangannya yng penuh karet
gelang sisa bungkus nasi di tangannya. Ia menggumamkan sesuatu, tapi saya tidak
paham. Tapi dari karet gelang di tangannya saya maklum :: ini karetnya sudah tambah banyak, sudah bisa dirangkai buat lompat
tali. malam sebelumnya saya emang iseng ngambil karetnya lalu saya
jalin, tapi terlalu pendek kalau mau dipakai main lompat tali. Pagi ini, dia
bahagia sekali mengajak saya bermain lompat tali.
Teman kecil saya
yang lain ada si Rohil, borok di lehernya membuka mata saya; bukan dia
satu-satunya penyintas di Gor Sampang ini yang kena tomcat. Kondisi penyintasan belum kondusif benar, semua orang
tumplek-blek jadi satu. Baru ketika relawan YEU datang, penyintas dibuatkan shelter yang lebih rapi. Semua penyntas didata
ulang, setiap rumah tangga dibuatkan shelter
sesuai kebutuhan dan jumlah anggota keluarga.
Saya juga bertemu si
kembar Sughro dan Kubro yang selalu ketakutan tiap kali didekatin orang baru.
Setiap kali saya mendekati dua bocah berumur dua tahun ini, mereka akan
menghindar, mencari-cari kakaknya. Di kemudian hari, ketika punya kesempatan
ngobrol dengan kakaknya, Siti Romlah, saya baru tahu kenapa si kembar ini
trauma dengan orang baru.
Masih ada beberapa
teman kecil saya seperti Hikmah, Ayu, Isrofil, Hawa' dan beberapa lain yang
belum saya hafal betul nama dan rautnya. Sayang, saya tidak bisa berada lebih
lama di sana seperti yang sudah saya rencanakan bersama my partners in crimes. Saya harus segera pulang ke Tual karena
suatu alasan, padahal belum genap seminggu saya di Sampang. Hingga saat ini
selalu ada keinginan untuk kembali menemui teman-teman kecil saya. Dan saya
juga berdoa, agar kelak mereka bisa kembali ke kampung halaman mereka; tanah
leluhur mereka dimakamkan, dan tempat mereka dilahirkan (Pram).
Thursday, 11 October 2012
isyaratkah...
![]() |
| gambar dari sini |
Kau duduk menyamping
di teras depan
Bercelana training biru dan
Singlet putih nan
lusuh
Siang itu, aku akan
kembali bepergian jauh
Pundak membungkuk
Kepala tertunduk
Tubuhmu terguncang,
terguguk
Kau senandungkan
nada
Firasat, selaku tak
lagi akan sua
Mobil berderu
Melaju
Hatiku turut berinaian
Tempias di kaca jadi
kenangan
Monday, 8 October 2012
Merindu
![]() |
| gambar dari sini |
Aku merindukanmu
Pada setiap tetes
air
Yang menginginkan
uar
Panas yang keluar
dari bumi
; bau tanah saat
hujan hendak turun
Aku merindukanmu
Pada setiap helai dedaunan
luruh di atas tanah
; yang di atasnya
pohon tegak berdiri
Tuesday, 2 October 2012
#gambar idoep: Dear John....
Tidak mudah jadi orang baik. Jangan pernah berpikir jadi orang baik, jika kau tak sanggup hidup mendahulukan dan mengutamakan orang lain.
Savannah, tipekal
gadis baik-baik. Tidak merokok, minum, atau kelayapan malam hari. Alim bin hindun? Tidak juga. Ia layaknya
remaja lain. Suka berkumpul sesama teman sebaya, melakukan hal-hal menyenangkan
berrsama. Ke pantai bareng-bareng misalnya…
Tetap saja, dia
gadis berhati mulia. Yang menghibahkan waktu liburan musim semi untuk membangun
kembali rumah seorang warga yang roboh akibat diterpa badai. John Tyree,
gebetan cakepnya, bahkan diajaknya serta.
John Tyree
mungkinlah orang yang sangat dicintai Savannah. Yang selalu dikirimi surat
cinta di manapun John Tyree dan pasukan perangnya berada. Yang mungkin ingin
dinikahinya kelak. Yang dengannya, ia akan menghabiskan masa tua di tepi pantai
sambil memandang senja. Tangan keriput John akan tanpa henti mengelus rambut
Savannah yang sudah memutih. Mungkin.
Namun, sekali
lagi,Savannah ini peri berbudi baik. Ia relakan hidupnya untuk Alan dan Tim.
Alan anak tetangganya, mengidap autis sejak kecil. Ia mengenal baik Alan sejak
baru lahir. Alan tidak dekat dengan orang lain selain Savannah, Tim dan
orang-orang yang menurut Alan baik.
Dan Tim, dia ayah
Alan. Di saat Alan beranjak besar, Tim menderita kanker. Tim jatuh cinta pada
Savannah. Dia sadar, cinta Savannah hanya untuk John, namun ia tetap melamar
Savannah. Setidaknya saat Tim sudah tidak ada, ia bisa pergi dengan tenang
lantaran Alan berada di bawah pengasuhan orang yang tepat. Dan Savannah, dia
memang putri paling baik. Ia menerimanya dengan lapang.
Savannah dan John
percaya, suatu ketika mereka akan bertemu kembali. Semoga :)
__________________
beberapa hari terakhir ini saya punya banyak waktu luang, jadi bisa buat nonton pilem :)
Saturday, 29 September 2012
kembali
Kembali…
Adalah ziarah
panjang menapaktilasi ruang dan waktu kita bermula
Setiap yang berjiwa
awalnya dari ada yang tak mewujud
Maka kembalinya pun
pada ketakwujudan
Itu yang aku yakini, dan aku percaya jiwa-jiwa yang
pergi masihlah ada
Seharusnya kepergian
jiwamu adalah hal wajar
Yang sepatutnya
kuantar penuh keihlasan
Akhirya sampai pula kau pada rumah tempatmu berasal
Namun
...
...
Kau bisa menebak apa yang terjadi padaku sekembalimu
Sebab kau pernah
mengada di sini, ketakwujudanmu menyisakan kehilangan juga kerinduan
Malang, 25 september 2012
___________________
this is not my september
Wednesday, 26 September 2012
Saturday, 22 September 2012
sebagai angin
Sebagai angin
Kadang riuh
Gemuruh serta
ribut macam topan
badai
Lamun sesekali
Hanya semilir
Dan sepoi-sepoi
Berhembus pelan dan
lembut
Sebagai angin;
Bergerak datang
untuk kemudian berlalu
tak pernah bisa
kupeluk.
Agustus
2012
Friday, 21 September 2012
Still Liebster...
Seperti janji saya sebelumnya untuk menyicil tugas The Liebster Award, di postingan ini saya akan menuntaskan dua tugas2 berikutnya. mulai dari membuata 11 pertanyaan, menentukan 11 orang berikutnya (ini susah sekali, harus milih sebelas orang dari kalian semua), dan terkahir menginformasikan kepada penerima award.
11 Pertanyaan dari saya:
- Sudahkah anda salat/ berdoa hari ini?
- Hal apa yang bisa membuatmu berbahagia?
- Apa yang paling kamu inginkan dalam hidupmu?
- Apa bacaan favorit kamu?
- Siapa tokoh, karakter, atau figur favoritmu?
- Apa yang pertama kali kamu lakukan ketika bangun tidur?
- Satu hal apa yang paling tidak kamu inginkan untuk diketahui orang lain?
- Seberapa sering kamu mandi?
- Hal apa yang bisa membuatmu bersedih?
- Tempat manakah yang sangat ingin kamu kunjungi?
- Bagaimana pendapat kamu tentang blog novi?
11 orang yang beruntung:
Sebenarnya saya ingin memberikan award ini kepada semua yang sudah setia berkunjung di sini, tapi award ini hanya boleh diberikan kepada 11 orang saja. Ini dia nama-nama yang saya pilih .
9 award buat teman-temanku yang sedang senang-senangnya nge-blog :)... semangat terus yah!!
- Leeta Fauziah
- Esha Fatmawati
- Winda safitri
- Helmi
- Feni Wahyuni
- Inaz
- Dian Kurniati
- Icha Rumaf
- Cindi Ryanika
Thursday, 13 September 2012
maklum(at) & Award
Ya ampun.. setelah ditinggal beberapa minggu, lah kok, blog ini udash berdebu, untung belum lumutan...
Setelah dari Madura, saya langsung tancap gas pindah haluan ke rumah, Tual-Maluku. Saya sudah mempersiapkan modem, tapi sesampai di sini tidak berfungsi baik, sedikit impoten. Saya lupa, sinyal hape saja susah minta ampun, apalagi modem 6_6. Malam ini saya memutuskan untuk ke warnet. Really miss you all, guys :)
Oya, saya dapat award, the liebster award, dari Rian. Trims yah.. maap baru bisa saya jemput sekarang. Ini award untuk saling mengenal dan mengakrabkan diri sesama blogger. Setiap penerima wajib menuliskan 11 hal tentang dirinya. Selain itu wajib menjawab 11 pertanyaan yang diberikan, membagikan award ini ke 11 orang lainnya (link orang yang ingin Anda bagikan ke dalam posting), lalu buat 11 pertanyaan baru uintuk teman-teman yang Anda anugrahi award ini. terakhir, jangan lupa sampaikan kepada teman-teman Anda bahwa mereka beruntung mendapat award ini.
![]() |
Hokeh... Untuk malam ini saya akan mencicil menuliskan 11 hal tentang saya dan menjawab pertanyaannya. Sisanya pe-er yah ^.^
11 Hal Tentang Novi
1. Novi itu kalo lagi tidur gak bisa diganggu, susah dibangunkan. Biar ada maling masuk juga gak ngerti. Teman saya sampai-sampai harus masuk kamar lewat jendela gara-gara saya tidak bisa dibangunkan.
2.Waktu SD pernah bercita-cita jadi atlet bulu tangkis. Sekarang jadi suporter doank.
3. Saya suka sama anak-anak. Biasanya kalau saya sedang mudik ke rumah saudara-sauadara, sepupu-sepupu saya yang masih kecil, semuanya saya ajak tinggal di rumah saya. Saya bahagia, tapi mama saya kerepotan mengurus mereka, sedang bapa saya jadi hobi marah-marah.
4. Mahasiswa sastra Inggris yang tidak mengenal baik satu pun sastrawan Inggris.
5. Saya dua bersaudara, punya adik satu dan tidak punya kakak.
6. Suka ngaku ke orang-orang kalau saya tiga bersaudara atau lebih. Ucapan kan doa, siapa tahu mama saya masih bisa kasih adik lagi.
7. Princess Hours, judul drama korea favorit saya.
8. Pernah punya pikiran jadi pegawai perpustakaan di kota saya, Kan sepi tuh, jadi saya bisa seharian baca buku tanpa ada yang ganggu. xoxoxo
9. Kadang-kadang saya orangnya jorok. Pura-pura lupa kalau belum cuci tangan sebelum makan, ngupil sembarangan, tapi gak pernnah loh yah eong (maap) sembarangan...
10. Pencinta Aril dan Chairil. Saya rasa dua orang ini rada mirip-mirip gitu.... (perasaan saya ajah kali yah)
11. Saya suka dengar lagu, apalagi kalo yang nyanyi cowok dan suaranya seksi macam Aril, David Cook, AX7.
11 Pertanyaan Rian :
1. Apa pengalaman unik saat SMP kelas 1?
SMP saya langsung dimasukkan ke asrama, SMP yang bener2 full day school gitu. Minggu pertama nangiiis mulu.
2. Apa pengalaman unik saat SMP kelas 2?
Aha! Sampai smp kelas dua, badan saya gak besar-besar juga. Bapa saya masih kuat gendong saya dan adik saya sekaligus :)
3. Apa pengalaman unik saat SMP keals 3?
akhirnya yah... setelah nunggu @ tahun, saya bisa juga jadi juara 1. Bangga banget ^,^
4. Apa pengalaman unik saat SMA kelas 1?
SMA saya sekolah di Solo, dan ini pertama kali saya ke Solo.
5. Apa pengalaman unik saat SMA kelas 2?
Pengabdian masyarakat di Bayat, Klaten pasca gempa Jogja.
6. Apa pengalaman unik saat SMA kelas 3?
Saat ujian UAS bukannya belajar, malah setiap malam nonton pertandingan Thomas & Uber Cup bareng teman-teman di kantor sekolah.
7. Lebih suka puisi atau kata-kata mutiara? Kanapa?
Apah yah? susah ini mah.. relatif yah. kadang suka puisi, kadang juga suka kata mutiara. tapi kalau bikin puisi, dikit-dikitsaya ngerti...
8. Lebih suka kumpulan cerpen atau novel? Kenapa?
Hmm.. kalo dikasih novel atau kumcer, saya terima ajah. gak pernah nolak gratisan. Wkwkwkwk
9. Lebih suka snack rasa apa: pedas manis, pizza, bbq atau original?
Original! Saya tidak suka rasa-rasa-an -yang dibuat-buat.
10.
Kalau mendapat hadiah buku yang genre atau jenisnya kurang disuka, akan
tetap dibaca sampai habis, dibaca sekedarnya saja, atau disimpan saja?
Simpan dulu, kalau stok bacaan habis baru deh saya baca
11. Apa yang paling kamu sukai dan yang paling tidak kamu sukai dari blog saya ini?
Jujur boleh kan... @? Yang paling saya suka isi blognya. Banyak pengetahuan mengenai sastra. Saya biasanya jadi silent reader, kadang turut komen. Nah, yang kurang sreg itu, template-nya doank sih... (soal selera ajah kuk).
*Sisanya buat pe-er dulu yah..
Wednesday, 5 September 2012
dari mali(a)ng ke sampang
Banyak kejadian tak
terduga dalam beberapa hari ini. Ada yang menyenangkan, ada yang tidak.
Teman sekamar saya,
Si Winda, kehilangan teman-teman berharganya; mungkin lebih berharga dari pada
saya. Ada satu notebook dan duah buah hape SE.
Posisinya Winda
sedang ke kamar mandi, saya sedang tidur. Itu maling berani sekali, gak keder
lihat rambut saya yang megar kayak singa.
Kemalingan saat
tidur, kejadian paling buruk dalam satu minggu ini. Sampai-sampai saya jadi
trauma. Bangun pagi sayang langsung ke ke kampos, gak lupa bawa laptop.
Pulangnya kalau sudah malam, terus laptopnya disimpan di lemari. Parno banget.
Padahal biasanya laptop dan hape, tergeletak di sembarang tempat.
Berita baiknya,
kampus baru menyelenggarakkan OPAK (ospek). Saya sedikit betah di kampus,
mondar-mandir Student center tiap hari. Niatnya pengen ngecengin anak-anak
baru; yang masih bening-bening *halah*.
Dan yang paling baik
lagi, sekarang keturutan juga ke Sampang setelah ngidam setahun. Sekitar jam 9
malam bersama tiga makhluk cantik plus saya, makhluk paling ganteng, tiba di
terminal Sampang. Dilanjut jalan kaki, mampir ngopi, jalan lagi sampai ke GOR
tempat pengungsian warga syiah dan memakai co-card 'relawan'. Mungkin saya akan
berada di sini sampai hari jumat besok, sabtu
atau ahad.
Semoga saya bisa
terus menyampaikan kabar baik untuk kamu, pembaca budiman :)
Sunday, 2 September 2012
pada satu titik
Pernahkah kau berada
di suatu masa, ketika kau merasa seperti…
Berdiri menantang
puncak tinggi. Dipundakmu, peti-peti bersayap menggelayut. Membentuk sayap.
Jika sayap-sayap peti mengepak serentak, kau bisa terbang lebih mudah meraih
puncak.
Lain cerita jika
satu sayap tak kepak, dua dan lebih. Atau bayangkan saja, peti-peti itu
sebenarnya tidak bersayap. Membebani dan membenamkan tubuhmu perlahan. Sampai
telusuk penuh ke tanah.
Seems like a wrong human in the right place
Sometimes, a right human in the wrong place.
Malang, September 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)









