Saturday, 6 August 2022
hai
Saturday, 30 March 2019
#kumcer: Di dalam Lembah Kehidupan
Friday, 7 September 2018
Suatu kali
Ingin kuhapus airmatamu dengan kecupku. Menghapus dukamu dengan pelukku. Meski kau membentengi dirimu dengan duri, kan kudekap kau lebih erat. Membiarkanmu terlelap di dadaku.
______________
Pict. from pinterest
Tuesday, 4 September 2018
Melepas kalut
Katanya cewek kalo lagi PMS, berubah jadi singa. Galak, suka marah-marah gak jelas. Yang terjadi pada saya berapa bulan belakangan ini malah kebalikannya. Jadi, over sensitive. Mellow mulu.
Senggol dikit, langsung nangis.
Entah berapa kali diam-diam saya menangis di kamar mandi atau di balik selimut.
Entah karena kram perut atau masalah-masalah sepele, selisih paham dengan si anu, telepon gak diangkat si itu, atau si ini yang gak pernah kirim pesan.
Pokoknya, hal kecil, jadi dibesar-besarin. Dipikir sendiri, ditangisi sendiri.
Saya sedih sekaligus takut
Jika sensitivitas seperti ini terus berlarut.
Ah, ingin lari ke laut.
Melepas semua kalut.
____________
Pict. from pinterest
Sunday, 19 August 2018
Baiklah,
Ah, jadi sekarang aku mengerti. Kamu bukan tipe orang yang akan mengabaikan seorang teman. Bukan pula tipe yang mudah berkata tidak. Tapi kamu sangat, sangat ahli dalam mengusir seseorang dari hidupmu.
Aku rasa kita mirip.
Friday, 3 August 2018
Titik nol
Lalu, setelah hari-hari yang manis, ketjup sebelum dan sesudah bangun tidur, serta percakapan hangat dan sekantong gombalan receh, kita kembali ke titik nol.
Kembali ke awal. Tiba-tiba saja aku enggan untuk menyapamu. Sedang kau sudah tentu, tak mungkin lebih dulu memulai.
Ah, sebenarnya bukan enggan. Hanya saja, aku tak tahu, dengan cara apa aku mesti menyapamu. Dengan alasan apa lagi? Alasan? Ah, kenapa mesti butuh alasan hanya untuk mengirim pesan padamu?
__________________________
Pict from pinterest
Saturday, 19 May 2018
Mengalienasi
Mengapa dengan yang asing kita bisa berbagi hal-hal paling sakral dan intim.
Sementara yang dekat begitu beku dan kaku.
Haruskah kita saling mengalienasikan diri agar lebih intim?
Aku alien bagimu
Kau alien bagiku
Tuesday, 24 April 2018
Ini adalah hari-hari di mana, gak pengen marah, jutek dan judes bin ketus, tapi semua terjadi begitu saja. Ketika orang mengatakan hal sepele dan kamu nganggap lebih, over sensitif. Ketika kamu tahu, itu tidak bisa begitu, tapi kamu tak kuasa menahannya.
Ish😔, I need to run away somewhere to keep my sanity.
Friday, 13 April 2018
hanya supporter
Darah berdesir melihatmu di lapangan. Degup berlipat tiap raketmu menyentuh kok. Berdebar-debar, poin demi poin.
Perasaan bahagia, harapan dan cemas berbaur dalam jejingkrak, tepuk tangan, doa dan yel-yel:
In-do-ne-sia
Prok prok prok
In-do-ne-sia
Prok prok prok
Tepat setelah poin kemenangan, 21, aku berlari ke arah lapangan. Kau sigap menghampiri.
Menghampiri dia yang sedari tadi kau pandangi. Poin demi poin.
Aku lupa,
Pagi ini aku terbangun hanya sebagai seorang supporter.
Thursday, 15 March 2018
Berjodoh
Bahwa jodoh tidak melulu tentang lelaki atau perempuan yang dipersatukan dalam akad. Bertemu orang baik pun adalah jodoh. Bukan kebetulan.
Banyak orang baik yang tlah kutemui. Ibu dan anak ini salah satunya. Pertama kali bertemu dengan ibunya ia berkisah tentang getir hidupnya: Susah payah bekerja di luar negeri, suami yang ditinggal malah foya-foya, main perempuan dan menelantarkan anak.
Sudah ia ikhlaskan jerih payahnya yang sia-sia. Pun suaminya, ia ikhlaskan untuk perempuan lain. Ia hanya tak habis pikir, untuk apa si mantan suami mencuci otak anaknya agar menjauhinya.
Tak ada yg lebih sedih selain dijauhi anak sendiri.
Ia percaya Tuhan tak kan membiarkannya sendiri, tak putus doa untuk sang anak.
Seperti sudah direncanakan, beberapa bulan kemudian, kami bertemu lagi. Kali ini ia mengenalkanku pada anaknya. Ah, betapa bahagianya.
Kisah ini, bagimu, mungkin biasa saja. Banyak kejadian seperti ini. Atau mungkin aku tak begitu pandai menceritakannya. Apapun lah. Bagiku, kisah ini sangat berharga.
Selama ini kupikir hanya drama indosiar saja yang dramatis. Nyatanya, hidup bisa lebih dramatis. Dan tak perlu kuceritakan dengan dramatis pula.
Wednesday, 7 March 2018
#tukangojek1: ya sudah
Tuesday, 6 March 2018
I hate it
I hate it when I love you, but I deny to admit it
I hate it when I love you, but I can't say it
I hate it when I love you, but I am not brave enough to say it
I hate it when I love you, but I have no confidence to say it
When you love someone
Just be brave to say that you want him to be with you
When you hold your love
Don't ever let it go
Or you will lose your chance
To make your dreams come true...
This song stuck in my head
________________
pict taken randomly from google
Wednesday, 7 February 2018
Monday, 5 February 2018
Di tempat yang kau sebut wisata lumpur
Di tempat yang kau sebut wisata lumpur
Kehidupan hakiki pernah mengada
Di sini,
Manusia pernah beranak
Ternak pernah berkembang biak, dan
Tanaman pernah bertumbuh
Di tempat yang kau sebut lumpur wisata
Masa lalu hakiki pernah mengada
Lihatlah,
Di bawah pohon mana, dulu, Susi dan Joni kencan kali pertama
Di jalan mana Tanti dan Nita menuntun sepeda menjemput emak pulang dari sawah
Di halaman mana anak—anak riuh bermain gundu dan dadu
Lihatlah,
Tak lagi kukenali
Jalan setapak ke sawah Pak Turno
Tak lagi kukenali
Di warung mana para buruh mengaso
Tak lagi kukenali
Rumahku sendiri
Tempat ibu bapak memadu kasih
Tempat kami, anak-anaknya, dilahirkan
Tempat kami berbagi kehangatan lewat obrolan, gurauan dan pertengkaran-pertengkaran kecil
Di tempat yang kau sebut wisata lumpur
Kenangan hakiki pernah mengada
Namun kau lihat sendiri
Kenangan ini,
Kemana ia mencari jalan pulang
Kenangan ini,
Kenangan tak berumah
Di tempat yang kau sebut wisata lumpur
Kerakusan hakiki pernah mengada
Ingatlah ini,
Tangan-tangan kuasa menjamah
Dengan bor mereka memperkosa kami
Merebut kehidupan
Merenggut kenangan
Dikubur dalam genangan
L U M P U R L A P I N D O
Di tempat yang kau sebut wisata lumpur
Pict by dekisugik
Saturday, 3 February 2018
Gerimis kasih
_______________
Patidusa lagi.
Pict by monika-es from devianart






