Showing posts with label takdir. Show all posts
Showing posts with label takdir. Show all posts

Friday, 1 March 2013

merebut takdir




Takdir, ia telah digoreskan. Tapi kita berhak memilihnya, atau tidak. 
Persiapkanlah dirimu untuk menerima kesatuan rasa-rasanya.

Seperti menyantap sepiring rujak. 
Ada kecut mangga, pedas cabai, manis pepaya, renyah kacang, khas asam, dan macam.

Bahagia takkan menghampiri kita sebagai entitas asing. 
Ia galaksi rasa-rasa dalam sepiring rujak.

Rebutlah bahagiamu;
Menulis duka yang tak habis
Mencerita nelangsa pada malam-malam
Mengurai tangis di atas pusara-pusara
: sebab mencecap bahagia adalah membedakannya dengan kecewa

Jangan bilang takut atau trauma untuk perih. 
Sesungguhnya ia mengajari kita menikmati suka cita. 



from wallcoo.com





Tuesday, 14 February 2012

(ingin) Mengarang takdir


Apa ini yang disebut takdir?
Inikah nasib?

Detik ini ia mempertemukan kita
Membuat kita bersitatap penuh mesra
Senyum merekah di balik bibir. Malu-
Malu

Lalu detik berikutnya kita memunggungi satu
Sama lain
Berjauhan.

Hah,,
Aku (ingin) tidak percaya

Tak bisakah takdir berdamai dengan mimpi kita
Mengarang alur nasib yang sama
Menciptakan cerita serupa putri salju,
Cinderella (bagian sedihnya kita coret saja)
Mari kita buat ending yang…

Happily ever after!
Bahagia selamanya!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...