Takdir, ia telah
digoreskan. Tapi kita berhak memilihnya, atau tidak.
Persiapkanlah dirimu untuk
menerima kesatuan rasa-rasanya.
Seperti menyantap
sepiring rujak.
Ada kecut mangga, pedas cabai, manis pepaya, renyah kacang,
khas asam, dan macam.
Bahagia takkan
menghampiri kita sebagai entitas asing.
Ia galaksi rasa-rasa dalam sepiring
rujak.
Menulis duka yang
tak habis
Mencerita nelangsa
pada malam-malam
Mengurai tangis di
atas pusara-pusara
: sebab mencecap
bahagia adalah membedakannya dengan kecewa
Jangan bilang takut
atau trauma untuk perih.
Sesungguhnya ia mengajari kita menikmati suka cita.