Showing posts with label gadis. Show all posts
Showing posts with label gadis. Show all posts

Monday, 14 January 2013

pencitraan

dari timbunan file di leptop :)

Saya baru baca berita, (calon) Mantan Rektor saya, Imam Suprayogo, terpilih sebagai Cendekiawan Pluralis-Inklusif (gak ngerti dah apa artinya) dalam Manado Post Award 2012. Tak lama setelah saya tahu kalau Pak Imam sebelumnya menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa kepada Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang. *baca britanya smbil geleng-geleng kepala.

Yang ada dalm bayangan saya, ibu-ibu bertemu dalam arisan, saling memuji sebagai basa-basi. "Baju kamu bagus deh, jeung" sambil gerak-gerakin tasnya.
"Ah, masa sih. Tas kamu juga keren banget. Nyewa di mana?"

Hei, pencitraan itu seperti pelacur tua yang susah payah membedaki wajah dan mengolesi gincu di bibir tebal-tebal serta menutupi tubuhnya dengan pakaian yang mengelabui umurnya. Sekilas, umur biologisnya mungkin terlihat lebih mudah, seperti remaja atau gadis awal 20-an. Tapi kita sama-sama tahu. Di balik bedak dan lipstik yang tebal terdapat kulit yang keriput. Dan di balik helaian pakaian yang menggoda, terdapat tulang rapuh binti keropos.  


#catatanmahasiswageje




Monday, 7 February 2011

gadis kecil

Gadis kecil rambut keriting, berkulit terbakar matahari. Duduk terdiam di atas karang, memandang lurus pada laut lepas. Ia baru sadar, ujung laut rupanya tersambung dengan ujung langit.

Gadis kecil rambut keriting, berkulit terbakar matahari. Pagi-pagi sekali, berlari ke tepi pantai. Menanti perahu-perahu nelayan kembali. Menanti kepulangan datuk-datuk. Datuknya seorang pelaut.

Gadis kecil rambut keriting. Rambutnya bergerak-gerak lucu, tertiup angin laut. Berkulit terbakar matahari. sudah tak sabar menanti kedatangan datuk. Ia ingin bertanya; benarkah ia bayi yang keluar dari kelapa muda yang di belah datuk?

Gadis kecil rambut keriting, berkulit terbakar matahari. Nenenya bilang, jangan sering-sering berenang, mandi air masin. Sinar matahari saja sudah membakar kulit. Tapi ia tak peduli. Ia bukan mandi air masin. Ia menyongsong datuk.
*** **** ****
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...