Di tepi ketinggian
ini, ada nama yang bukan takut. Menjalar dari jari-jari,
berhenti di lutut.
Lalu debur-debur kecil menyapu dadamu, sebelum kau
rasakan satu hentakan di ulu
hati.
Kau menghalau
kupu-kupu, beterbangan dalam perutmu, setiap kali kau
lihat ujung kakimu. Serta
yang jauh di bawahnya.
Kau, mungkin ngeri.
Kakimu bergeser sesenti ke belakang.
Bukan mundur, tapi bersiap untuk maju.
Mendaki lagi.
Ketinggian tak
menggentarkanmu. Semakin tinggi,
semakin kau tentang dan tantang.
Di ketinggian ini,
pada nama yang bukan takut; kau membebaskan diri dari
kotak yang
mengerangkengmu dalam kenyamanan, untuk merasai hidup.
![]() |
| pict from visualize |
