Showing posts with label akademik. Show all posts
Showing posts with label akademik. Show all posts

Sunday, 17 March 2013

formalitas akademik


Kuliah, semakin ke sini, semakin banyak formalitas-formalitasnya. Awal bulan lalu, saya mengikuti ujian komprehensif, kompre. Yang diujikan semua mata kuliah yang sudah diikuti sejak semeter awal. Ujian dibagi dua, ujian keagamaan untuk semua mata kuliah agama, dan ujian kesusastraan.

Jauh sebelum ujian dimulai, saya sudah bisa menebak-nebak nilai yang akan saya dapat. Saya bukan peramal loh, hanya saja saya sering baca nilai pengumuman ujian kompre dan ujian skripsi di fakultas. Nilai kisaran A, B+ dan B. Jarang ada yang dapat C-E.

Sederhana saja analisis saya. Kalau kamu menilai dirimu kamu cukup pintar, kamu berhak dapat nilai A. Apalagi kalau dosen penguji juga mengenal kamu dengan baik, dalam artian dia tahu seberapa kapabilitas kamu selama perkuliahan.

Sampai tiba hari-H ujian, saya tidak mempersiapkan diri sama sekali. Saking banyak mata kuliah yang akan diujikan, saya malah bingung mau belajar yang mana dulu dan mulai dari mana.

Pasrah deh pokoknya… sedari awal, saya yakin banget gak bakal dapat nilai C. Jadi, mau belajar atau tidak, bisa jawab dengan baik atau tidak, sepertinya juga gak ngaruh. Karena menurut saya cuma formalitas, gak papa lah yah sedikit mengentengkan.

Anggapan saya semakin diperkuat saat ujian kesusastraan tiba. Kebetulan, dari lima peserta ujian, 3 orang mahasiswa kebahasaan, sementara yang kesusastraan ada saya dan 1 orang lagi. Kami berlima dijadwalkan untuk ujian di ruang dan penguji yang sama. Kedua pengujinya dosen kebahasaan. Materi yang diujikan, semuanya tentang bahasa. Mulai dari phonology, morphology, syntax, yang dulu pernah saya pelajari dalam mata kuliah dasar. Lalu ada lagi beberapa mata kuliah yang asing bagi saya, semacam psycholinguistic, discourse analysis, pragmatic, dan lain-lain.

Saya hanya melongo melihat soal ujian yang dibagikan Mr. Right . Gampang sih sebenarnya; 1)berikan penjelasan singkat dari istilah-istilah di bawah ini. 2) jelaskan satu teori kebahasaan yang sudah kamu pelajari, siapa tokohnya, dan bagai mana teorinya.

Buat anak bahasa yang kayak begini sambil merem juga bisa, lah yang sastra kaya saya ini? Cuma bisa nebak-nebak aja. Udah kaya lelakon OVJ lagi belajar bahassa inggris. Psycholinguistic, psyicho itu psikologi, linguistik itu bahasa.

Waktu teman-teman protes malah dijawab; kalo kamu maunya soal susastra, ya, ke Bu M saja. Susul orangnya di Australi sana.

Diengggg.

Ih, segitunya, pak. Si Wafiq malah (me)ngakak-ngakak(i) nasib saya, " belum-belum, udah didiskriminasi begini," katanya. Untungnya beliau berbaik hati, soal kedua, buat anak sastra dipersilakan menejelaskan teori sastra. 

Saya maklum, dosen-dosen sastra, musim perkuliahan ini, banyak yang sedang tidak bisa mengajar lantaran sedang meneruskan kuliah. Tapi kan tidak semuanya. Masih ada beberapa dosen, meskipun dosen muda yang bisa diperbantukan sebagai penguji. Atau, paling gak, dari jurusan menyediakan soal khusus, dan tidak diserahkan semua ke penguji. Benar-benar menegaskan posisi kompre sebagai agenda formalitas.

Nila A dan B+ yang tertera dalam surat tanda lulus ujian kompre tidak punya makna apa-apa, bagi saya, kecuali sebagai prasyarat ujian skripsi.

Haish, pengen cepat-cepat lulus! 
dan terbebas dari belenggu formalitas akademik...





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...