Wednesday, 14 November 2012

Menziarahi perempuan


Perempuan, inilah aku -anakmu perempuan
Berjalan jauh menyusuri gundukan tanah basah kuburan baru
Membaui hadirmu di antara makam berkijing dan tidak
Berusaha menemukan namamu pada nisan lamat-lamat

Sungguh perjalanan panjang
Menziarahi guna berlutut di depan belulangmu
Sembari menaburkan kembang dan meletakkan sebuket mawar- persis di bawah namamu

Terberkatilah kau perempuan,
Untuk memberikan apel kepada lelakimu; telah kau bukakan pikirannya
Untuk keberanianmu telanjang; upaya mendapatkan kunci menuju bumi
Bumi tempat kau dan lelakimu memadu kasih
Beranak pinak
Bumi tempatmu menemukan arti

Terberkatilah kau perempuan,
Pada luruh darahmu kehidupan bermula; lalu kau dinistakan karenanya
Dari rahimmulah manusia -anak-anakmu
Dan dari dada ranummu pula manusia menyusu kehidupan
Hisap habis menyisakan puting besar sarat jejak gigitan kemarahan

Kau perempuan terbuang
Anak-anakmu, bibir mencium pipi,
Tapi tangan yang memeluk punggungmu berbelati
Menusukmu sebagai ganti kehidupan yang kauberikan
Demi iri atas alam yang tak sempat mereka cicipi
Demi dunia tempatmu terusir dan menyingkir
Demi alam yang dinantikan
            Firdausi, bukan Bumi

Aku berdoa untukmu perempuan
Diakhir pertemuan
Sebelum melafal kata terukir di nisan 
H  A  W  A

Pada rahimmu aku berhutang kehidupan

Malang, 12 Agustus 2012





12 comments:

  1. Aku juga iri, ga bisa nulis puisi kyk gitu heheheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini gak ada papanya dengan perjalanan kak mila...

      Delete
  2. Replies
    1. perempuanlah yang selalu menarik dan menginspirasi, putri :)

      Delete
  3. saya dari dulu payah sekali nulis puisi
    :(

    ReplyDelete
  4. puisimu... aku bingung mau komentar apa. yasud balas komen di blog: yg main memang sama dg yg di guminho

    ReplyDelete
  5. @pelancong: sama, nulis ini juga seikit sussah payah.. :(
    @kak annesya: kenapa, kak? membingungkan yah?

    ReplyDelete
  6. em....itu hanya sekedar puisi atau kisah nyata?
    aku jdi keinget sama seseorang T_T

    ReplyDelete
  7. walau agak ekstrem tapi puisinya bagus...

    ReplyDelete
  8. @nima: punya pengalaman yang sama yah?
    @supercoolzz: trims pujiannya :)
    @ellious: wuih,,, ekstrem yah, kak?

    ReplyDelete
  9. tak pandai lah aku berpuisi ria segala :(

    ReplyDelete

silakan tinggalkan jejak. agar aku tahu kamu di sana.

komentar akan muncul setelah disetujui.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...